IKA Stikosa AWS Gelar Bazar Peduli Bareng GUSDURian Peduli

IKA Stikosa AWS Gelar Bazar Peduli Bareng GUSDURian Peduli

Warga dan pengguna jalan di Nginden Intan Timur mampir dan melihat baju yang ditukar sembako dalam bazar peduli yang digelar IKA Stikosa-AWS, Minggu 2 Juli 2023.-Humas IKA Stikosa-AWS-

SURABAYA, HARIAN DISWAY- Beli baju tukar beras/gula. Tulisan ini tampak mencolok dan mengundang perhatian pengguna jalan di depan kampus Stikosa AWS, Nginden Intan Timur, Surabaya, Minggu 2 Juli 2023 pagi.

Itu adalah kegiatan sosial yang dilakukan Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi - Almamater Wartawan Surabaya (IKA Stikosa-AWS) bersama GUSDURian Peduli. Mereka membuka lapak baju baru sortiran pabrik atau stok lama yang tidak laku dari sejumlah produsen baju.


Ketua IKA Stikosa-AWS M Zurkoni menjelaskan kepada warga tentang kegiatan Bazar Peduli yang digelar di depan Kampus Stikosa-AWS, Jalan Nginden Intan Timur, Minggu 2 Juli 2023.-Humas IKA Stikosa-AWS-

Tapi untuk cara pembayaran, mereka tidak menggunakan uang melainkan sembago. Sembako senilai Rp 15 ribu bisa ditukar dengan satu pakaian sedang sembako senilai Rp 20 ribu bisa ditukar dengan celana.

"Kegiatan kolaboratif civitas akademika ini berangkat dari kesadaran bahwa dengan banyak cara kita bisa berbagi pada sesama," jelas Hendro D. Laksono, penanggung jawab Bazar Peduli.

Kendati demikian, bagi warga yang tidak membawa sembako, bisa membayar dengan uang. Senilai sembako yang diminta. “Uang itu nantinya tetap akan kami wujudkan berupa sembako,” terang pria 50 tahun asal Bojonegoro tersebut.

Sembako yang terkumpul nantinya juga akan dibagikan kepada yang membutuhkan. "Polanya sama dengan kegiatan amal, yang mampu membantu yang kurang mampu, yang berdaya menguatkan yang tidak berdaya," tambah Hendro.

Kegiatan ini juga didukung oleh akademik Stikosa AWS. Malah Ketua Stikosa-AWS, Dr. Jokhanan Kristiyono juga tampak di lokasi kegiatan dan memberikan penjelasan kepada warga yang berhenti.

"Pengunjung tampak senang bisa belanja pakaian dengan harga murah. Dan yang penting lagi, ide kegiatan amal ini juga dikomunikasikan sehingga setiap pembeli merasa lebih senang, karena bisa terlibat dalam kegiatan kemanusiaan," jelas Jokhanan.

Jokhanan berharap, Bazar Peduli ini jadi langkah kolaboratif yang bisa berjalan kontinyu. Tidak hanya antaralumni dan pengelola kampus serta mahasiswa, tapi juga masyarakat sekitar. "Dengan demikian bisa muncul sinergitas pemberdayaan yang saling menguatkan," tegasnya.

Selain menjual baju dengan model 'beli baju tukar sembako', penyelenggara bazar juga menyiapkan susu gratis. Tiap pembeli dan warga yang melintas di depan kampus Stikosa-AWS akan diberi segelas susu yang masih hangat. Karena dimasak langsung di lokasi.

Yuska Harimurti Pribadi, Ketua I GUSDURian Peduli, mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan sosial ini. "Kami sudah beberapa kali terlibat dalam kegiatan sosial bersama IKA Stikosa-AWS. Kolaborasi yang kami lakukan karena hal sederhana, bahwa kami berada di mimpi yang sama, ingin istiqomah memberikan manfaat pada sesama manusia dan kemanusiaan," kata Yuska. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: