Kartu AS dan Kartu (Mati) Arsenal

Kartu AS dan Kartu (Mati) Arsenal

AARON Rasmdale harus meningkatkan kemampuan kalau tidak ingin tempatnya tergeser seperti ketika ia menggeser Bern Leno dari starting line-up Arsenal dua tahun lalu. Ramsdale disebut-sebut sebagai pahlawan, tetapi juga pecundang yang membuat ambisi Arsenal--

AARON RAMSDALE hanya butuh dua musim untuk meledak bersama Arsenal. Hukum alam pun bicara. Kiper Arsenal sebelumnya, Bernd Leo, harus tahu diri. Ia tersisih di Emirates Stadium.

Dua musim kemudian, sangat boleh jadi Ramsdale akan merasakan dampak yang sama. Fenomena baru kembali hadir. The Gunners belakangan sedang mempertimbangkan langkah yang menghadirkan tantangan bagi pemain internasional Inggris. Langkah itu bahkan sama besarnya dengan yang ditawarkan kepada Leno pada 2021.

Arsenal memasuki jendela transfer musim panas dengan mengetahui bahwa mereka perlu memperkuat beberapa area skuad, setelah kehilangan gelar Liga Premier dari Manchester City musim lalu.

Arsenal telah memperjelas niat mereka dengan menghabiskan lebih dari GBP 200 juta untuk Declan Rice, Kai Havertz, dan Jurrien Timber. Itu meningkatkan opsi Manajer Arsenal Mikel Arteta di lini pertahanan dan lini tengah yang disebut juga ruang mesin.

Baca Juga : Lebih Mahal daripada Penobatan Raja Charles

Ramsdale telah menjadi komponen kunci, baik di dalam maupun di luar lapangan, untuk The Gunners. Tampaknya kecil kemungkinan mereka merekrut seseorang yang bisa menantang atau bahkan menggantikannya di starting XI musim panas ini. Namun, mereka sekarang sedang menjajaki kesepakatan untuk David Raya dari Brentford.

Berita tentang minat Arsenal pada Raya mengejutkan banyak orang. Meski, pemain tersebut sebelumnya dikaitkan dengan Tottenham dan Bayern Munich musim panas ini. Arteta berusaha mengontraknya kembali pada 2021 sebelum mendaratkan Ramsdale.

Jika mereka mendatangkan penjaga gawang bernilai GBP 40 juta, Ramsdale akan berubah dari aman dan terlindungi di tempatnya di antara tongkat menjadi mengetahui bahwa ia memiliki pertarungan di tangannya dengan sarung tangan untuk diperebutkan.

Ramsdale, seperti Raya, bermain setiap menit di Liga Premier musim lalu. Ia mencatatkan 14 clean sheet dan memastikan arena Liga Champions kembali ke Emirates. Itu prestasi mengesankan sekalipun gelar juara Premier League menghindarinya.

Ramsdale telah membuktikan diri sebagai penghenti tembakan yang kuat selama waktunya di Emirates, terutama dalam situasi satu lawan satu. Penampilannya dalam hasil imbang 2-2 dengan Liverpool pada April menunjukkan banyak hal yang membuatnya menjadi rekrutan yang mengesankan untuk Arsenal.

Itu adalah salah satu penampilan terbaik musim 2022/2023 untuk seorang penjaga gawang. Ramsdale, entah bagaimana, menahan tembakan Mohamed Salah dan Ibrahima Konate yang tampaknya akan menjebol gawang.

Arteta di bulan yang sama juga memuji Ramsdale atas kemajuan luar biasa yang ia buat selama waktunya di Arsenal. Permainannya meningkat sangat cepat. Arteta bahkan tak menduganya.

Namun, performa Ramsdale menurun menjelang akhir musim dengan sejumlah kesalahan fatal. Ia menjadi aktor yang membuat Arsenal bermain imbang 3-3 saat melawan Southampton. Umpan pendeknya justru nyasar ke kaki pemain lawan. Itu membuat Carlos Alcaraz mencetak gol awal hanya dalam satu menit setelah kickoff.

Kemudian, melawan Brighton, Ramsdale gagal menangkis tembakan lunak Pervis Estupinan dan membuat kedudukan 3-0 untuk Seagulls. Itulah hari terpahit Arsenal saat impian gelar menguap begitu saja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: