Deg-degan Anies-Imin

Deg-degan Anies-Imin

Ilustrasi pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.-Ilustrator: Devona Vaiya-Harian Disway-

Apalagi, Surya Paloh sudah menghadap Jokowi di istana dan mengabarkan keputusan  tersebut. Imin merasa aman karena selama ini merasa tersandera sehingga tidak bebas bermanuver.

Rupanya Surya Paloh bisa meyakinkan Imin bahwa dirinya aman. Surya Paloh pun excited oleh kesediaan Imin. 

Saking gembiranya, ia sampai lupa ada Partai Demokrat dan PKS. Para pendukung Anies heboh. Reaksi keras bermunculan. Banyak yang tidak bisa menerima kehadiran Imin di kubu Anies. 

Masuknya Imin dianggap sebagai penyusupan dan menjadi bagian dari skenario Jokowi untuk menciptakan pilpres yang diikuti ”all the president’s men”.

Ketika mengikuti pengumuman pembentukan Koalisi Indonesia Maju pada acara ulang tahun PAN, Imin mengatakan dirinya deg-degan ketika mendapat tambahan koalisi dengan PAN dan Golkar. 

Ternyata hal itu menjadi isyarat Imin lari dari Koalisi Indonesia Maju.

Sekarang Imin berpindah ke Koalisi Perubahan untuk Persatuan dan giliran yang deg-degan adalah Partai Demokrat. 

Para pendukung Anies di akar rumput juga tidak kalah deg-degan. Banyak yang belum yakin Imin akan benar-benar mendampingi Anies.

Pengalaman Pilpres 2019 menunjukkan bahwa calon wakil presiden bisa berubah pada detik terakhir. Saat itu Mahfud MD sudah memakai seragam putih untuk dideklarasikan sebagai wapres Jokowi. 

Namun, Imin menolak pencalonan Mahfud MD, dan pada detik terakhir Imin menyodorkan Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi.

Kali ini pendukung Anies jadi lebih deg-degan, jangan-jangan akan ada lagi manuver last minute maneuver dari Imin. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: