Deg-degan Anies-Imin

Deg-degan Anies-Imin

Ilustrasi pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.-Ilustrator: Devona Vaiya-Harian Disway-

BACA JUGA:Muhaimin Kuatkan Anies di Jawa Timur

BACA JUGA:PKS Hanya Mau Anies Baswedan Jadi Capres

Tidak terhitung berapa puluh kali pertemuan dan rapat. Tim 8 dibentuk untuk memberikan masukan kepada Anies, tetapi nama-nama yang diajukan tidak memuaskan Anies.

Anies punya skenario dan perhitungan sendiri. Anies dihinggapi ketakutan dan kekhawatiran akut bahwa dirinya tidak akan bisa menang di Jawa Timur tanpa dukungan nahdliyin

Jawa Timur selalu menjadi ”battle ground” yang menentukan kemenangan pilpres.

Anies menyadari bahwa elektabilitasnya sangat lemah di Jawa Timur dan ia sudah sangat yakin bahwa kuncinya ada di kalangan nahdliyin

Karena itu, Anies sangat ngotot mengejar Khofifah. Ketika jalan menuju Khofifah buntu, perburuan diarahkan kepada Yenny Wahid. Ketika buntu juga, pilihan paling realistis adalah Muhaimin Iskandar.

Kebetulan Muhaimin sedang galau berat. Persekutuan PKB dan Partai Gerindra yang mengusung Prabowo sebagai capres goyah akibat masuknya dua kongsi baru, yaitu PAN (Partai Amanat Nasional) dan Partai Golkar. 

Prabowo sangat excited oleh masuknya dua kongsi baru itu. Ia juga merasa mendapatkan tangkapan dua kakap besar.

Prabowo mengubah nama koalisi dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) menjadi Koalisi Indonesia Maju. Prabowo senang bukan kepalang, tapi Muhaimin menjadi kalang kabut. 

Koalisinya dengan Prabowo sudah berlangsung selama hampir setahun, tapi tidak ada hasil konkret. Prabowo masih tidak yakin untuk menjadikan Imin sebagai calon wakil presiden.

Prabowo terbuai oleh endorsement Jokowi yang disebut-sebut sebagai mastermind berlabuhnya Golkar dan PAN ke KKIR. Prabowo juga menunggu Gibran Rakabuming Raka, putra mahkota Jokowi, untuk menjadi calon presiden. 

Aturan batasan umur sedang digugat ke MK dan kelihatannya bakal dikabulkan. Prabowo bakal menggandeng Gibran dan harapan Imin pun pupus.

Digantung selama setahun tanpa kejelasan, PKB jengkel. Wakil Ketua Jazilul Fawaid memberikan ultimatum ”sebelas dua belas, loe gak jelas gua lepas”. 

Pucuk dicinta ulam tiba. Tawaran dari Anies datang untuk Imin. Tidak butuh pikiran panjang bagi Imin untuk menerima tawaran itu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: