Lima Dosen UK Petra Ciptakan Chopper Penghalus Pakan Bagi Peternak Dusun Turi

Lima Dosen UK Petra Ciptakan Chopper Penghalus Pakan Bagi Peternak Dusun Turi

Ketiga dosen UK Petra Surabaya tengah memeriksa mesin chopper, dari kiri Ir Hariyo Priambudi Setyo Pratomo, Dr Indar Sugiarto, dan kanan Prof Hanny Hosiana Tumbelaka. -Petra Christian University-

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Lima dosen dari Universitas Kristen Petra Surabaya, Fakultas Teknologi Industri berkolaborasi melakukan program Pengabdian Masyarakat di Dusun Turi, Desa Geger, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung.

Kelimanya adalah Ir Hariyo Priambudi Setyo Pratomo dan Ir Joni Dewanto dari Mechanical Engineering Department, Prof Hanny Hosiana Tumbelaka dan Dr Indar Sugiarto dari Electrical Engineering, serta Iwan Halim Sahputra dari Industrial Engineering Department.

Mereka membuat chopper bertenaga surya bagi komunitas peternak sapi dan kambing. Sebuah program Pengabdian Masyarakat yang memanfaatkan dana hibah dari Australian Government melalui Australia Awards in Indonesia sebesar 100 juta rupiah. 

Chopper itu berfungsi untuk menghaluskan pakan ternak sehingga lebih mudah dikonsumsi oleh hewan peternak.

“Sebab pakan ternak yang tercacah halus merupakan kebutuhan dasar dari peternak sapi dan kambing dalam menjaga kualitas ternak dan produksi," ujar Haryo.

BACA JUGA: PCU Surabaya Gelar Petra Civil Expo 2023

BACA JUGA: Lampu Penghilang Cemas, Karya Inovatif Mahasiswa PCU 

Dusun Turi merupakan produsen susu sapi nomor tiga tertinggi di Jawa Timur. Sementara itu pada saat yang sama, peternak juga mengalami kendala suplai listrik yang besar. "Maka kami memberikan solusi mesin chopper bertenaga surya yang sesuai kebutuhan,” tambah Hariyo.
Ir Hariyo Priambudi Setyo Pratomo (berkacamata) saat menunjukkan cara pengoperasian pada salah satu peternak. -Petra Christian University- 

Chopper dengan energi surya itu bisa melakukan produksi rata-rata selama empat jam dalam sehari dengan kapasitas mencacah mencapai 200 kilogram per jam. 

“Para peternak bisa mengolah pakan yang sudah menjadi cacahan halus tersebut yang dicampur dengan prebiotik. Kemudian menyimpannya agar dapat dikonsumsi saat musim kemarau," ungkapnya. 

Proses pengerjaan mesin chopper yang menghabiskan waktu kurang lebih delapan bulan tersebut dimulai sejak November 2022 hingga Juli 2023.

Hasilnya, mesin chopper tidak bergantung pada suplai listrik PLN. Para peternak dapat langsung menggunakan energi surya dari matahari. Daya yang ada di dalamnya juga bisa di-charge secara otomatis. 

Konstruksi mesinnya yang sederhana dan kuat membuat mudah dalam segi perawatan.

Motor listrik chopper dilengkapi dengan pengatur kecepatan putaran yang bisa mengatasi lonjakan arus listrik di awal pengoperasian. Bahkan pengatur kecepatan putaran motor juga bisa diatur frekuensinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: