Bertahap sejak September, Ketua DPRD Tulungagung Marsono Distribusikan 50 Ribu Bibit Kopi
KETUA DPRD Kabupaten Tulungagung Marsono (tengah) membagikan bibit kopi dan menanamnya bersama warga pada Minggu, 4 Januari 2026.--PDIP Jatim
HARIAN DISWAY – Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Marsono, menggalakkan penanaman kopi di sejumlah wilayah rawan bencana. Itu merupakan wujud komitmen DPRD Kabupaten Tulungagung dalam program ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan hidup.
Marsono menyalurkan bantuan 10.000 bibit kopi untuk ditanam di 1 hektare lahan Bumdes dan 4 hektare lahan kelompok tani hutan (KTH) Desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo. Penyaluran benih kopi dan penanaman bersama dilakukan pada Minggu, 4 Januari 2026.
“Kami menanam kopi bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan masyarakat Desa Wonorejo,” kata Marsono.
Anggota DPC PDIP Kabupaten Tulungagung itu menambahkan bahwa penyaluran bibit kopi merupakan bagian dari gerakan berkelanjutan yang telah digalakkan sejak September 2025.
BACA JUGA:Ajak Anak Muda Melek Politik, DPC PDIP Tulungagung Gelar Soekarno Leadership Camp
BACA JUGA:Rembuk Hari Tani Nasional DPC PDIP Tulungagung: Pertanian Organik Memberi Nilai Tambah
Menurut Marsono, gerakan tanam kopi di Desa Wonorejo itu sejalan dengan tema Hari Tani Nasional 2025, yaitu Bumi Lestari, Petani Berdikari. Tema tersebut menekankan pentingnya kemandirian petani sekaligus pelestarian lingkungan.
"Sebanyak 10.000 bibit kopi kami serahkan hari ini untuk ditanam bersama. Ini sudah berlangsung sejak September lalu, sehingga total bibit kopi yang telah kami distribusikan kepada masyarakat mencapai 50.000 bibit,” jelas Marsono.
Politisi PDIP itu mengatakan bahwa bibit kopi yang didistribusikan kepada masyarakat berasal dari kelompok binaannya. Karena itu, ia menjamin kualitas bibit-bibit tersebut.
Kopi adalah komoditas yang punya nilai ekonomi tinggi, jika dikelola dengan baik dan tepat. Kopi juga bisa menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan bagi masyarakat.
BACA JUGA:PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Sebut Pengebirian Hak Politik Rakyat
BACA JUGA:PDIP Jatim Rayakan Natal Bersama Semua Kader, Rawat Toleransi dan Kebhinekaan
“Kabupaten Tulungagung memiliki potensi besar dalam pengembangan kopi, khususnya di daerah dataran tinggi seperti Kecamatan Pagerwojo,” terangnya.
Marsono optimistis, kopi bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Ia berharap, masyarakat Desa Wonorejo dapat merawat dan memelihara tanaman kopi dengan disemai pada Minggu itu.
Kegiatan tanam kopi bersama-sama itu juga menjadi simbol sinergi wakil rakyat dan masyarakat desa dalam membangun pertanian berkelanjutan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: