Ajak Anak Muda Melek Politik, DPC PDIP Tulungagung Gelar Soekarno Leadership Camp

Ajak Anak Muda Melek Politik, DPC PDIP Tulungagung Gelar Soekarno Leadership Camp

ERMA SUSANTI, ketua DPC PDIP Kabupaten Tulungagung, di tengah panitia dan peserta Soekarno Leadership Camp pada Sabtu, 27 Desember 2025.--PDIP Jatim

HARIAN DISWAY - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Tulungagung menggelar Soekarno Leadership Camp di Taman Cakra Surya, Desa Bungur, Kecamatan Karangrejo.

Kegiatan dengan tema Menyalakan Api Kepemimpinan Muda, Pemuda Berdaya Indonesia Jaya itu berlangsung pada 27-28 Desember 2025.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Tulungagung, Erma Susanti, mengatakan bahwa Soekarno Leadership Camp itu merupakan program kolaborasi DPC dengan Sekolah Bung Karno. Melalui kegiatan itu, PDIP membuka kesempatan dan pintu selebar-lebarnya kepada Gen Z dan Gen Alpha untuk menimba pendidikan politik.

"Mereka yang akan menentukan bangsa ini ke depan seperti apa, selain itu pemilu ke depan akan diwarnai oleh Gen Z dan Gen Alpha," kata Erma pada Sabtu sore, 27 Desember 2025. 

BACA JUGA:11 Kada-Wakada Jatim Perkuat Kepengurusan DPC PDIP

BACA JUGA:DPD PDIP Jatim Bacakan Yasin-Tahlil untuk Kusnadi dan Tokoh-Tokoh Partai yang Telah Berpulang

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) itu menambahkan bahwa kecenderungan anak-anak muda masa kini yang seperti alergi terhadap politik dan partai politik membuatnya prihatin. 

Selain dari unggahan media sosial (medsos), respons langsung para peserta Soekarno Leadership Camp pun kian menegaskan keapatisan generasi muda terhadap politik. 

"Mereka mengaku tidak suka ketika ditanya soal politik. Jawaban jujur ini mewakili Gen Z yang ada di Tulungagung dan nasional. Ini menjadi kekhawatiran kami karena sebenarnya mereka sebagai generasi penerus sangat terkait dengan politik," bebernya. 

Menurut Erma, nasib generasi muda ke depan juga sangat ditentukan oleh politik. Maka, dia berharap generasi muda tetap memelihara kekritisan mereka di bidang politik. 

BACA JUGA:Konferda-Konfercab PDIP Jatim Jadi Momentum Regenerasi Kader Muda

BACA JUGA:Gelar Konferda dan Konfercab, PDIP Jawa Timur Rumuskan Strategi untuk Pemilu 2029

Di sisi lain, bangsa Indonesia memiliki tantangan bonus demografi. Tantangan ke depan tidak semudah sekarang karena meliputi tantangan global, geopolitik, dan permasalahan SDA.

"Kami prihatin, sehingga harus menyiapkan generasi muda untuk bisa menghadapi tantangan bangsa ini," terangnya.

Soekarno Leadership Camp, sebut Erma, adalah media untuk mengenalkan gagasan-gagasan Bung Karno,. Program itu sekaligus memberikan pemahaman bahwa dalam setiap proses sejarah bangsa Indonesia maupun global itu sebagian besar dipimpin anak muda.

PDIP Tulungagung tidak ingin anak muda jauh dari politik dan jauh dari kehidupan yang bisa menentukan nasib dan masa depan generasi muda.

BACA JUGA:Rembuk Hari Tani Nasional DPC PDIP Tulungagung: Pertanian Organik Memberi Nilai Tambah

BACA JUGA:Deni Wicaksono: Pemprov Harus Kawal Sengketa 13 Pulau Antara Trenggalek dan Tulungagung

"Kenapa memilih Bung Karno? Karena gagasan bung Karno yaitu Pancasila mampu menyatukan bangsa Indonesia dan menentang segala bentuk penindasan serta menghapus penjajahan di seluruh dunia," ungkapnya.

Erma berharap Gen Z bisa mulai membangun budaya kritis dan budaya menciptakan inovasi-inovasi untuk menata masa depan.

Terkait hal itu, DPC PDIP Kabupaten Tulungagung akan me-launching "Ruang Muda PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung" yang menjadi fasilitas diskusi rutin dan ruang eksplorasi untuk anak muda. Itu juga menjadi media untuk menggagas kegiatan yang diinginkan anak muda dan memberikan nilai tambah bagi anak muda.

"Soekarno Leadership Camp ini diikuti 80 peserta dari seluruh kecamatan di Tulungagung. Peserta banyak perempuan dan pendaftarannya terbuka untuk umum," imbuhnya.

BACA JUGA:7 Film yang Wajib Tonton di Hari Pahlawan, Ada Tjoet Nja' Dhien Sampai Soekarno

BACA JUGA:Beri Pesan Hari Pahlawan, Hasto Kristiyanyo Ajak Anak Muda Teladani Nilai-Nilai Bung Karno

Soekarno Leadership Camp mencakup materi tentang politik, kebudayaan, kebangsaan, dan ekonomi. Para peserta diajar oleh narasumber berkompen baik dari lokal maupun luar daerah.

Selain itu, peserta juga diajak untuk melakukan inovasi dan penguatan semangat gotong royong melalui outbound dan unjuk kreativitas. Kegiatan ditutup dengan penanaman pohon kopi di sekitar lokasi kegiatan, untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap lingkungan sekitar. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: