Ganjar Singgung Pembangunan Jokowi di Kawasan Indonesia Timur yang Mengesampingkan SDM

Ganjar Singgung Pembangunan Jokowi di Kawasan Indonesia Timur yang Mengesampingkan SDM

Ganjar Pranowo memaparkan ide gagasan untuk memperkuat ekonomi Indonesia.--@ganjar_pranowo

HARIAN DISWAY - Calon presiden yang diusung PDIP, Ganjar Pranowo menyinggung pembangunan yang kurang berdampak pada kesejahteraan masyarakat di Indonesia timur.

Tak hanya mengkritik, mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut juga memaparkan gagasan nya atas permasalahan kemiskinan yang sampai saat ini masih belum terpecahkan.

Ia menyebut, tingkat kemiskinan ekstrem di seluruh Indonesia kurang lebih mencapai 3,3 juta orang. Dari persentase tersebut, kemiskinan Indonesia terkonsentrasi di kawasan timur.

Ketimpangan ekonomi tersebut menyebabkan kesejahteraan masyarakat timur tertinggal. 

BACA JUGA:Pasca Polemik Putusan MK: Elektabilitas Prabowo Menurun, Ganjar Perlahan Meningkat dan Anies Stagnan

Pada pemerintahan Jokowi, pembangunan infrastruktur dan manufaktur di kawasan timur menjadi atensi tersendiri.

Mulai dari pembangunan jalan trans Papua, pembangunan bandara hingga berbagai sarana publik lain nya. Namun hingga kini pembangunan tersebut masih belum dapat menekan angka kemiskinan.

Dalam forum Sarasehan 100 Ekonom 2023 yang diselenggarakan 8 November 2023 lalu, Ganjar mengkritik pemerintah yang hanya berfokus terhadap pembangunan fisik tanpa mempertimbangkan Sumber Daya Manusia (SDM).

Hingga sampai saat ini kebanyakan masyarakat lokal tidak berperan aktif dalam industrialisasi karena keterbatasan SDM.

“Kalau dibiarkan terjadi, kita bangun smelter tapi kita butuh waktu yang cukup lama dan untuk sementara tenaga kerja nya diambil kan dari luar. Mereka akan hanya menjadi penonton, orang dia tidak terlibat apa pun kok,” tutur Ganjar dalam forum tersebut.

BACA JUGA:Kebijakan Luar Negeri Capres (1): Ganjar Bakal Andalkan Kekuatan Diplomat

Jika tetap memaksakan industrialisasi tanpa diimbangi oleh SDM yang mumpuni, masyarakat hanya akan menjadi pekerja dengan upah minimum tanpa prospek yang panjang.

Pria kelahiran Karanganyar, Jawa Tengah tersebut menekankan perlunya pemerataan akses pendidikan terhadap suatu daerah yang masih tertinggal.

Untuk mencapai hal ini, maka pembangunan fasilitas pendidikan menjadi sebuah prioritas utama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: