Flyover Djuanda Dibuka 15 Desember, Selamat Tinggal Kemacetan Bundaran Aloha

Flyover Djuanda Dibuka 15 Desember, Selamat Tinggal Kemacetan Bundaran Aloha

Info Grafis Flyover Djuanda-Annisa Salsabila-Harian Disway-

SIDOARJO, HARIAN DISWAY – Warga Surabaya dan Sidoarjo yang biasa melintas di bundaran Aloha boleh lega. Sebentar lagi tak perlu buang waktu terjebak kemacetan. Sebab, sudah bisa mengakses jembatan layang (flyover) Djuanda.

Progres pembangunan jembatan layang yang dinantikan sejak lama itu sudah mencapai 92,6 persen. Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa-Bali akan membukanya mulai 15 Desember 2023. Sembilan hari lagi.

Harapannya, bisa mendukung kelancaran lalu lintas saat momen liburan Natal dan Tahun Baru. Karena jelas volume lalu lintas cukup tinggi. Terutama kendaraan dari dan ke Bandara Juanda.

BACA JUGA:Flyover Aloha Terhubung September, Awal Tahun Depan Dipercantik

BACA JUGA:Gagas Flyover untuk Hapus Kemacetan Bundaran Dolog

Namun, tentu saja uji coba itu tak berlangsung lama. Kemungkinan hanya sampai Maret 2024. “Kalau sesuai target, serah terima itu April 2024,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen Pelaksanaan Jalan Nasional I Made Gede Widhiyasa saat dihubungi, Selasa, 5 Desember 2023.

Uji coba itu juga akan mempertimbangkan karakteristik pengendara selama penerapan rekayasa lalu lintas. Sehingga, kata Gede, tidak menutup kemungkinan bakal ada penutupan kembali. Waktunya tentatif. Bergantung kebutuhan penyempurnaan dan pekerjaan yang membutuhkan clear traffic.

“Tadi sempat rapat dengan BPTD terkait rencana MRLL (Manajemen Rekayasa Lalu Lintas). Ada sedikit penyesuaian dan diminta menyiapkan opsi sebelum rapat uji coba fungsional bersama forum lalu lintas,” tandasnya.


Flyover Djuanda sudah tersambung dan siap diuji coba pada 15 Desember 2023. Uji coba akan dilakukan sembilan hari.-BBPJN-

Kini, pengerjaan tinggal 7,4 persen. Tinggal penuntasan aspal, siar muai jembatan, pemasangan GRC sisi dalam, serta rigid frontage road sisi barat sepanjang 30 meter. Sisanya baru pengerjaan rambu lalu lintas.

Semua pekerjaan mayor ini ditarget selesai awal pekan depan. Rencananya, jembatan layang senilai Rp 332,8 miliar in akan dihiasi air lighting. Tentu untuk memperkuat kesan sebagai ikon kota.

TL Pengawasan Pelaksanaan Flyover Djuanda Dedii Teguh Setiawan mengatakan, proses pembangunan memang sempat terkendala di awal. Yakni terkait pembebasan lahan. Untungnya, Brigif Marinir dan pemerintah bisa bekerja sama dengan baik.

Progres pembangunan juga melampaui target. Ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, cuaca yang mendukung. Hujan jarang sekali turun. Dan baru memasuki musim hujan awal bulan ini.

Itulah yang menguntungkan. Apalagi area kerja tersebut merupakan lokasi genangan air. Musim kemarau panjang pun membantu para pekerja bisa menuntaskan target-target harian lebih cepat. Bahkan pengerjaannya selalu paralel. Tentu saja juga didukung oleh banyaknya alat dan material yang mudah dijangkau. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: