All England 2024: Tikungan Maut Antar Fajar/Rian ke Final, Ini Rahasianya Kalahkan Hoki/Kobayashi

All England 2024: Tikungan Maut Antar Fajar/Rian ke Final, Ini Rahasianya Kalahkan Hoki/Kobayashi

ALL ENGLAND 2024: Tikungan maut antar Fajar/Rian ke final, ini rahasianya kalahkan Hoki/Kobayashi.-Deri Destan-PP PBSI

HARIAN DISWAY - Inilah yang dinamakan tikungan maut. Inilah yang disebut epic comeback. Fajar Aflian/M Rian Ardianto sudah tertinggal 3-12. Namun mereka pelan-pelan bangkit dan mengejar skor. Hasilnya, mereka menang 21-18, 21-18!

Hal itu terjadi dalam semifinal All England 2024 di Utilita Arena, 17 Maret 2024 dini hari. Fajar/Rian menghadapi wakil Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Setelah menang di game pertama, penampilan Fajar/Rian kacau balau di game kedua.

Hanya dalam beberapa menit, mereka tertinggal jauh sekali. Setelah interval, juara bertahan All England itu sudah kalah 3-12. Para badminton lovers berpikir Fajar/Rian akan melepas game tersebut. Dan mempersiapkan diri untuk game ketiga.

BACA JUGA:All England 2024: All Indonesian Final! Jonatan vs Ginting Pastikan Gelar Tunggal Putra Setelah 30 Tahun

Rupanya mereka tidak memerlukan game ketiga. Fajar/Rian, dengan kesabaran luar biasa, bermain poin demi poin. Mereka mengejar jadi 6-15. Lalu dalam satu servis, berhasil menipiskan jarak jadi 11-15. Lalu 12-17. Kemudian 14-18.


ALL ENGLAND 2024: Tikungan maut antar Fajar/Rian ke final, ini rahasianya kalahkan Hoki/Kobayashi.-Deri Destan-PP PBSI

Nah, dari poin 14 itu, mereka mendapatkan giliran servis. Teknik, kematangan, dan mental juara Fajar/Rian diperlihatkan habis-habisan. Dari satu servis itu saja, mereka merebut 7 angka tersisa. Tanpa sekalipun membiarkan servis berpindah. Superkeren!

"Kami tidak menyangka bisa mengejar ketertinggalan dan membalikkan keadaan di game kedua," kata Fajar Alfian, dalam pernyataan resmi yang dikirim PP PBSI.

BACA JUGA:All England 2024: Luar Biasa! Ginting ke Final, Pecahkan Kebuntuan 22 Tahun

BACA JUGA:All England 2024: Fajar/Rian ke Semifinal Setelah Hajar Juara Olimpiade, Kini Hadapi Juara Dunia 2021

"Tapi kami saling support. Saling menunjukkan daya juang yang besar. Kami juga saling mengingatkan, bahwa selagi belum selesai tidak boleh dulu menyerah," papar pemain yang baru berulang tahun ke-29 tersebut.

Fajar menyebutkan, kunci keberhasilan mereka memborong banyak poin adalah di servis yang excellent. Mereka menggunakan kombinasi servis, yang terbukti menjadi senjata efektif untuk meraih poin demi poin.

"Servis pendek, servis panjang, dan servis drive-nya kami yakinkan lagi," jelas Fajar.

Terlepas dari epic comeback mereka, penampilan mereka di awal game kedua cukup mengejutkan. Sebab, mereka seperti tidak berkutik di hadapan juara dunia 2021 tersebut. Mereka kehilangan poin begitu mudah. Entah out, net, hingga defense yang tertembus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: