Saham Intel Melonjak Karena Chip Panther Lake, Optimisme Foundry Kian Menguat di Awal 2026

Saham Intel Melonjak Karena Chip Panther Lake, Optimisme Foundry Kian Menguat di Awal 2026

Saham Intel melonjak akibat kebutuhan chip semikonduktor untuk AI. --futurumresearch

HARIAN DISWAY - Saham Intel Corp. (INTC) melonjak lebih dari 6 persen pada perdagangan Rabu 7 Januari 2025. Seiring meningkatnya optimisme investor terhadap masa depan bisnis manufaktur chip atau foundry perusahaan tersebut.

Kenaikan ini memperpanjang reli saham Intel sejak akhir 2025, di tengah kombinasi dukungan pemerintah Amerika Serikat, masuknya investor strategis, dan kemajuan teknologi manufaktur terbaru.

Lonjakan saham Intel terjadi tak lama setelah perusahaan memperkenalkan prosesor AI PC terbarunya bertajuk Panther Lake.

Produk ini menjadi chip pertama Intel yang diproduksi menggunakan proses manufaktur 18A, teknologi yang telah lama dinanti dan menjadi kunci upaya Intel untuk kembali bersaing di level terdepan industri semikonduktor global.

BACA JUGA:RAMpocalypse, Krisis RAM Gara-Gara AI Bakal Panjang dan Berlarut, Konsumen Diminta Bersiap

BACA JUGA:Apple Gandeng Samsung Jadi Pemasok Utama RAM iPhone 17, Ini Alasannya!


Kebutuhan chip memori yang semakin pesat membuat banyak investor melirik industri itu dan Intel-lah yang mendapatkan keuntungan. --The Hoard Planet

Peluncuran Panther Lake dipandang sebagai tonggak penting bagi Intel, yang selama bertahun-tahun menghadapi keraguan pasar terkait kemampuannya mengembangkan dan menskalakan teknologi manufaktur chip mutakhir.

Proses 18A diharapkan dapat mempersempit jarak Intel dengan pemimpin industri manufaktur chip kontrak, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC).

Memasuki 2025, kondisi bisnis foundry Intel berada dalam tekanan berat. Saat itu, CEO Pat Gelsinger tersingkir dari jabatannya setelah memimpin investasi besar yang belum memberikan hasil signifikan.

Posisi pucuk pimpinan kemudian diisi oleh Lip-Bu Tan, veteran industri chip yang resmi menjabat pada Maret. Sejak awal, Tan mengambil langkah agresif dengan memangkas biaya dan melepas sejumlah aset untuk menahan kerugian.

BACA JUGA:Nvidia di Tengah Tudingan Anti-Monopoli dan Larangan Tiongkok atas Chip AI

BACA JUGA:Apple Tingkatkan Vision Pro dengan Chip M5

Namun, arah masa depan Intel berubah drastis pada Agustus lalu, ketika Tan menggelar pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: