Danantara Diuji Target Tinggi, Prabowo Ingin Imbal Hasil Tembus Rp 1.000 Triliun
Presiden Prabowo Subianto saat memberi sambutan dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, 13 Februari 2026.-Setpres-
Presiden Prabowo Subianto memberi arahan kepada para menteri dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026. Tentu untuk terus mengejar target pertumbuhan ekonomi delapan persen. Termasuk harapan besarnya terhadap kesuksesan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
—-
Danantara tak boleh gagal. Terlalu banyak yang dipertaruhkan di dalamnya. Selain duit rakyat, juga kepercayaan publik sampai kredibilitas negara sendiri. Presiden Prabowo Subianto pun optimistis memasang target return on asset (RoA) sebesar tujuh persen.
Danantara sudah berjalan hampir setahun sejak diresmikan pada 25 Februari 2025. Danantara pun diperlakukan sebagai mesin yang harus menghasilkan. Tugasnya mengelola aset-aset besar milik negara yang diambil dari BUMN dengan nilai total Rp15.000 triliun.
Bila seluruh aset yang dikelola sebesar Rp15.000 triliun, maka Danantara harus bisa menghasilkan sekurang-kurangnya Rp1.000 triliun. Tentu angka yang fantastis. CEO Danantara Rosan Roeslani pun hanya bisa tersenyum membalas tantangan presiden tersebut.
Harus ada imbal hasil yang signifikan. Harapan itu sudah mulai sedikit terlihat wujudnya. Prabowo mengklaim laba BUMN balik hingga empat kali lipat dibandingkan sebelumnya hasil dari efisiensi dan reformasi.
BACA JUGA:SRO, OJK dan Danantara Bertemu dengan MSCI, Ini Hasil Kesepakatannya!
BACA JUGA:Prabowo Sebut Danantara Kelola Aset USD 1 Triliun, Siap Jadi Investor Global
“Ini luar biasa tapi harus terus dikejar. Saya menuntut return on asset ya tujuh persen lah,” tegas Prabowo dalam sambutannya pada acara Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jumat, 13 Februari 2026.
Anda sudah tahu, RoA adalah rasio keuntungan yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari total aset atau kekayaan yang dimilikinya. Baginya, penetapan target tinggi merupakan strategi untuk mendorong kinerja optimal. Bahkan, Prabowo kemudian menetapkan target delapan persen supaya realisasinya tak jauh lebih buruk dari ekspektasi.
“Kami dulu di pasukan khusus tentara moto kami dulu siapa berani, menang. Kau patok tujuh persen, saya patok delapan persen. Sekarang saya tingkatkan harus bisa lebih dari delapan persen, menteri-menteri bisa?" ujar Prabowo.
BACA JUGA:Prabowo Promosikan Danantara sebagai Mitra Investasi Global di WEF Davos 2026
BACA JUGA:Menolak Lupa Peristiwa Malari: FINE Institute Ingatkan Risiko Pembentukan Lembaga Danantara
Target RoA itu menjadi indikator kunci. Terutama untuk mengukur efektivitas pengelolaan aset dan strategi investasi Danantara sepanjang 2026. Selain untuk peningkatan aset, Prabowo berharap capaian itu turut memperkuat daya saing investasi nasional.
Jelas target itu bukan main-main. Angka-angka itu berarti tekanan kinerja dan tata kelola. Negara, lewat Danantara, sedang mencoba masuk ke wilayah yang selama ini dianggap milik swasta. Prabowo seolah tidak ingin Danantara menjadi “BUMN baru” yang besar tapi lamban.
Namun, Prabowo sadar bahwa target tinggi tanpa pagar hanya akan membuka ruang kebocoran. Karena itu, ia berkomitmen untuk terus memberantas korupsi.
“Kita harus habiskan korupsi dari bumi Indonesia. Segala kebocoran, penyelewengan, manipulasi di semua tingkatan harus kita bersihkan. The New Indonesia tidak boleh ada korupsi," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: