Prabowo Sebut Danantara Kelola Aset USD 1 Triliun, Siap Jadi Investor Global

Prabowo Sebut Danantara Kelola Aset USD 1 Triliun, Siap Jadi Investor Global

Presiden Prabowo Subianto pada Annual Meeting World Economic Forum di Davos, Switzerland 2026-Sekretariat Presiden-Sekretariat Presiden

HARIAN DISWAY - Presiden Indonesia Prabowo Subianto sebut Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia sebagai mitra yang setara dengan investor global.

Dalam pidatonya di pertemuan tahunan World Economic Forum di Davos, Swiss, pada Kamis, 22 Januari 2026, Prabowo menyebutkan posisi tersebut didukung kapasitas Danantara yang kini mengelola asset under management (AUM) sebesar 1 triliun AS, jumlah ini setara dengan lembaga pengelola dana global lainnya.

Danantara adalah kekayaan negara dengan aset kelolaan sebesar satu triliun dolar AS. Dengan Danantara, saya dapat berdiri di hadapan Anda sebagai mitra yang setara,” jelas Prabowo dalam pidatonya di World Economic Forum 2026.

Kapasitas ini membuat Danantara diyakini mampu menjadi mitra utama bagi perusahaan maupun investor dalam membiayai berbagai proyek strategis di Indonesia, terutama di sektor industri, yang sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mempercepat industrialisasi demi mendorong pertumbuhan ekonomi.

BACA JUGA:Prabowo Tantang Pebisnis Rakus di WEF Davos 2026: Coba Suap Pemerintah, Anda Akan Terkejut

BACA JUGA:Di Forum WEF 2026, Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia sebagai Titik Terang Ekonomi Global

Prabowo juga menjamin bahwa Danantara akan senantiasa dikelola secara profesional sesuai dengan standar internasional Menurutnya, lembaga tersebut memang harus dijalankan dengan pengawasan serta tanggung jawab yang kuat karena bertujuan untuk mengalokasikan modal secara efisien.


Presiden RI, Prabowo Subianto pada World Economic Forum di Davos, Switzerland 2026-Sekretariat Presiden-Sekretariat Presiden

“Itulah mengapa kami membangun Danantara dengan pengawasan yang kuat dan tanggung jawab kelembagaan, dan kami berupaya menemukan eksekutif terbaik untuk memimpin Danantara,” tambahnya.

Dalam hal efisiensi alokasi modal, pemerintah akan melakukan rasionalisasi jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk meningkatkan efisiensi dan standar manajemen. Dari 1.044 perusahaan akan dipangkas menjadi sekitar 300 perusahaan.

Selain itu, Prabowo juga menginginkan nantinya manajemen dan tata kelola akan diduduki oleh eksekutif terbaik. Ia juga mengizinkan Danantara untuk merekrut talenta terbaik dunia, guna menduduki posisi strategis dalam kepemimpinan perusahaan.

BACA JUGA:Prabowo Promosikan Danantara sebagai Mitra Investasi Global di WEF Davos 2026

BACA JUGA:Indonesia Kembali ke Panggung WEF Davos setelah Lebih dari 1 Dekade, Prabowo Paparkan Prabowonomics

“Kami menginginkan tata kelola dan manajemen terbaik sesuai standar internasional. Saya telah mengizinkan Danantara untuk merekrut ekspatriat, warga negara asing, untuk dapat memimpin perusahaan-perusahaan ini. Kami menginginkan otak dan pikiran terbaik di dunia,” ungkap Prabowo pada pidatonya.

Menurutnya, pengelolaan Danantara mencerminkan cara Indonesia menjalankan pembangunan saat ini, pembangunan yang berlandaskan tata kelola yang kredibel dan kepemimpinan yang kompeten untuk mencapai swasembada pangan dan energi.(*)

*)Peserta Magang dari Universitas Negeri Surabaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: