Saham Intel Melonjak Karena Chip Panther Lake, Optimisme Foundry Kian Menguat di Awal 2026
Saham Intel melonjak akibat kebutuhan chip semikonduktor untuk AI. --futurumresearch
Tak lama berselang, pemerintah AS mengumumkan investasi hampir USD 10 miliar (sekitar Rp167 triliun dengan asumsi kurs Rp16.700 per dolar AS) ke Intel, menjadikannya pemegang saham terbesar perusahaan. Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat dukungan negara terhadap kemandirian industri semikonduktor nasional.
Sebulan kemudian, Nvidia menyusul dengan komitmen investasi senilai USD 5 miliar (sekitar Rp83,5 triliun) serta kerja sama teknologi, meski tetap bersaing di sejumlah lini bisnis.
Masuknya Nvidia dan pemerintah AS disambut positif oleh pasar. Saham Intel pun melonjak tajam, lebih dari dua kali lipat antara awal Agustus hingga Desember 2025.
BACA JUGA:Penipuan Terorganisir Menggunakan Deepfake AI Meningkatkan Selama Tahun 2025
BACA JUGA:Meta Akuisisi Startup AI Manus Senilai Lebih dari USD2 Miliar
Kepercayaan investor semakin menguat memasuki tahun 2026. Dalam empat hari perdagangan pertama tahun ini, saham Intel telah menguat sekitar 15 persen.
Analis Melius Research, Ben Reitzes, menilai dukungan Nvidia dan pemerintah AS menjadi faktor kunci yang menjaga stabilitas Intel. Menurutnya, kolaborasi di teknologi pusat data akan memberi Intel peran strategis dalam pembangunan infrastruktur AI global.
Ke depan, Intel juga diproyeksikan akan menarik minat perusahaan teknologi besar terhadap proses manufaktur generasi berikutnya, 14A, yang direncanakan meluncur dalam beberapa tahun mendatang. Rumor mengenai ketertarikan Apple untuk menjadi pelanggan foundry Intel pun mulai beredar sejak akhir tahun lalu.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: