Meta Akuisisi Startup AI Manus Senilai Lebih dari USD2 Miliar
Mark Zuckerberg, CEO Meta yang mengubah fokus dari koneksi sosial ke hiburan; era media sosial bergeser, interaksi personal digantikan konten viral dan algoritma AI. -Instagram -Yahoo News UK
HARIAN DISWAY - Meta resmi mengakuisisi startup artificial intelligence (AI) bernama Manus. Itu merupakan langkah terbaru untuk memperkuat ekosistem AI di seluruh platformnya.
Meski Meta enggan mengungkap nilai transaksi secara resmi, The Wall Street Journal melaporkan bahwa kesepakatan tersebut mencapai lebih dari USD2 miliar atau setara sekitar Rp32 triliun.
Akuisisi itu menegaskan keseriusan Meta dalam mengejar ketertinggalan dari para pesaing utama di ranah AI. Seperti Google dan OpenAI.
Manus merupakan platform AI berbasis di Singapura, dengan latar belakang pendiri dan pendanaan awal yang memiliki keterkaitan dengan Tiongkok.
BACA JUGA:Google dan Magic Leap Siap Tantang Meta dengan Android XR
BACA JUGA:Perkuat Ekonomi Kreatif dan UMKM, Shopee dan Meta Luncurkan Fitur Belanja Langsung dari Facebook
Startup itu meluncurkan agen AI “serbaguna” pertamanya pada awal tahun ini. Teknologi tersebut memungkinkan pengguna menjalankan berbagai tugas kompleks. Mulai dari riset, penulisan kode, hingga analisis data, melalui sistem berbasis langganan berbayar.
Dalam pernyataan resminya pada Senin, 29 Januari 2025, Meta menyebut Manus sebagai platform yang telah terbukti memiliki daya tarik global.

DUA WARGA INGGRIS berfoto di depan logo Meta di Menlo Park, California, Amerika Serikat.-JOSH EDELSON-AFP-
“Manus saat ini melayani kebutuhan harian jutaan pengguna dan pelaku bisnis di seluruh dunia,” tulis Meta.
Perusahaan berencana untuk menskalakan layanan Manus dan mengintegrasikannya ke dalam produk-produk Meta. Termasuk Meta AI yang kini menjadi fokus utama pengembangan.
BACA JUGA:Meta Akan Gunakan Percakapan AI untuk Beriklan Mulai 16 Desember 2025
BACA JUGA:OpenAI dan Meta Rilis AI Pembuat Video, Tapi Dihujat Netizen!
CEO Manus Xiao Hong menyambut positif langkah akuisisi tersebut. Ia menegaskan bahwa bergabung dengan Meta justru akan memperkuat fondasi perusahaan. Tanpa mengubah arah utama pengembangan produk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: ap