Jatim Diserang Gempa 3 Kali dalam Sehari, Tak Salah Kenali Lagi Jenis dan Macam-macam Gempa

Jatim Diserang Gempa 3 Kali dalam Sehari, Tak Salah Kenali Lagi Jenis dan Macam-macam Gempa

Update info gempa susulan. Info gempa Mag: 6.5, 22-Mar-24 15:52:58 WIB, Lok:5.76 LS, 112.33 BT (130 km Timur Laut Tuban, Jatim), kedalaman: 10 km: BMKG. --

1. Gempa Tektonik

Gempa bumi tektonik disebabkan oleh pergerakan lempeng bumi. Energi yang dilepaskan selama gempa bumi ini sangat kuat dan dapat menyebabkan kerusakan parah.

Hal ini dapat terjadi ketika dua lempeng bertabrakan, ketika satu lempeng meluncur di bawah lempeng lainnya, atau ketika sebuah lempeng dipaksa bergerak karena pergerakan mantel.

Efek: Gempa bumi tektonik sangat dahsyat dan dapat menimbulkan kerusakan besar. Hal ini juga dapat memicu bencana alam lainnya, seperti tsunami dan tanah longsor.

Contoh: Gempa di Banten (2022) dengan kekuatan 6,6 skala Richer.

2. Gempa Vulkanik:

Gempa vulkanik disebabkan oleh pergerakan magma di bawah permukaan bumi. Gempa bumi ini sering kali lebih kecil dibandingkan gempa tektonik.

Tapi tetap dapat menimbulkan kerusakan yang signifikan. Hal ini bisa terjadi ketika magma terdorong ke atas oleh pergerakan lempeng bumi, atau ketika dilepaskan dari gunung berapi.

Efek: Gempa vulkanik dapat menimbulkan kerusakan yang signifikan, meskipun biasanya lebih kecil dibandingkan gempa tektonik. Hal ini juga dapat memicu bencana alam lainnya, seperti letusan gunung berapi dan tanah longsor.

Contoh: Gempa Gunung Merapi (2021) dengan kekuatan 6,2 skala Richter.

BACA JUGA: Gempa Susulan Laut Jawa Sudah Lebih dari 60 Kali, 3 yang Paling Besar Biang Keladi Guncangan Keras di Surabaya

3. Gempa Bumi Runtuhan

Gempa runtuh terjadi ketika bangunan atau struktur lainnya runtuh. Gempa bumi ini biasanya sangat kecil namun bisa mematikan jika terjadi di daerah berpenduduk padat.

Hal ini dapat terjadi karena berbagai alasan, termasuk konstruksi yang buruk, cuaca buruk, atau gempa bumi.

Efek: Gempa bumi runtuh biasanya berukuran sangat kecil namun bisa mematikan jika terjadi di daerah berpenduduk padat. Hal ini juga dapat menyebabkan bencana sekunder, seperti kebakaran dan kebocoran gas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: