Andai Brad Pitt Mau Terima Peran di Film The Matrx, Keanu Reeves Mungkin Tak Akan Setenar Ini

Andai Brad Pitt Mau Terima Peran di Film The Matrx, Keanu Reeves Mungkin Tak Akan Setenar Ini

Keanu Reeves berhasil melejitkan kariernya dengan membintangi film The Matrix yang digemari banyak orang. --

HARIAN DISWAY - Tahukah Anda bahwa Brad Pitt pernah dipertimbangkan untuk menjadi pemeran utama The Matrix? Namun, peran tersebut akhirnya jatuh ke tangan Keanu Reeves dan berhasil mengubah kariernya.

Reeves menjadi salah satu bintang yang kehadirannya langsung mengingatkan penggemar di seluruh dunia pada film ikonik Matrix yang dirilis 25 tahun lalu. Tapi sebenarnya The Matrix-lah yang menghidupkan kembali karier Reeves. 

Aktor tersebut sempat terpuruk karena banyak film horor yang dibintanginya gagal. Dirilis pada 1999, film itu dianggap membawa perubahan simbolis dalam film fiksi ilmiah.

Sebelum diambil Reeves, posisi peran utama sempat ditawarkan pada Pitt, Leonardo DiCaprio, Will Smith hingga Johnny Depp.

BACA JUGA: Kronologi Anak Selebgram Aghnia Punjabi Dianiaya Babysitter Sampai Babak Belur 

Para produser sempat mengalami kesulitan dalam memilih peran utama untuk aktor pria. The Wrap melansir bahwa tim produksi film itu awalnya menyarankan agar The Matrix dibuat ulang dengan pemeran utama wanita. Maunya, Sandra Bullock ada di dalamnya.

Tapi ketika itu Leo baru saja sukses besar bersama Titanic dan tidak bersemangat untuk membuat film lain yang memiliki banyak efek visual. Produser Lorenzo di Bonaventura juga mengungkapkan bahwa Pitt menolak tawaran tersebut. 

Padahal sebenarnya Pitt telah setuju. Namun, usai berperan dalam film Seven Years in Tibet, Pitt tiba-tiba berubah pikiran. Ia tidak jadi mengambil peran utama dalam Matrix.

Kilas balik saja. Keanu pernah membintangi sejumlah film yang gagal di pasaran. Seperti Freaked yang menuai kritik pedas pada 1993 dan The Dog Boy. Film lumayan sukses terjadi pada 1994 berjudul Speed. Dalam film itu ia bermain bersama yang Bullock.

BACA JUGA:Robert Pattinson dan Suki Waterhouse Siap Jadi Orang Tua

Setelah itu ada beberapa film seperti Chain Reaction, Feeling Minnesota, dan The Last Time I Commit Suicide. Beberapa menerima ulasan negatif dan pendapatan box office yang buruk.

Mungkin yang perlu dicatat adalah The Devil's Advocate yang mendapat ulasan sangat baik dari fans. Terbukti dari skor IMDb yang hampir 8 dan audience score tinggi di Rotten Tomatoes. Box office-nya Rp 153 juta di tahun 1997. Relatif tinggi untuk film berbiaya rendah.

Hingga datanglah The Matrix. Film tersukses Reeves yang berhasil mengumpulkan 469 juta USD dengan anggaran 60 juta USD. Ulasannya pun sebagian besar bagus. Selama bertahun-tahun, para penggemar menyebut The Matrix sebagai salah satu film fiksi ilmiah terbaik sepanjang masa. 

Film itu juga memopulerkan efek visual yang dikenal sebagai "bullet time". Yakni teknik pengambilan gambar dilakukan dalam gerakan lambat sementara kamera tampak bergerak dalam pemandangan dengan kecepatan normal.

Sumber: