Tak Hanya Perbarui Sistem, Kemenkes Juga Perbarui Kurikulum PPDS Hospital Based Berkualitas Setara Internasional

Tak Hanya Perbarui Sistem, Kemenkes Juga Perbarui Kurikulum PPDS Hospital Based Berkualitas Setara Internasional

Potret calon dokter spesialis Indonesia saat menghadiri peluncuran PPDS berbasis RSP-UP di Rumah Sakit Harapan Kita Ibu Anak, Jakarta pada Senin, 6 Mei 2024.--Youtube Sekretariat Presiden

HARIAN DISWAY - Kemenkes menargetkan lulusan program PPDS hospital based dapat memiliki kualitas setara internasional. 

Program PPDS dengan skema baru Rumah Sakit Pendidikan Sebagai Penyelenggara Utama (RSP-PU) diresmikan oleh Presiden Jokowi pada Senin, 6 Mei 2024.

PPDS hospital based memungkinkan upaya peningkatan produksi dokter spesialis yang dilakukan langsung di Rumah Sakit Pendidikan sebagai penyelenggara utama. 

Dalam peresmian RSP-PU, Menteri Kesehatan Budi Gunadi mengungkapkan bahwa ada 420 rumah sakit pendidikan yang akan mendampingi 24 fakultas kedokteran yang sudah melakukan pendidikan spesialis. 

BACA JUGA:Jokowi Resmikan Aturan Baru PPDS, Calon Dokter Spesialis Kini Tidak Lagi Kuliah dan Bayar Uang ke Kampus

Kemudian, Budi Gunadi juga membahas tentang kurikulum baru yang akan berbasis internasional. 

“Bukan hanya versi Indonesia tetapi juga versi internasional. Supaya kita bisa menjangkau ilmu-ilmu baru dan melakukan digitalisasi,” ungkapnya. 

Dalam kesempatan yang lain, Dirjen Tenaga Kesehatan Arianti Anaya menjelaskan bahwa sistem pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit ini akan berdampingan dengan berbasis universitas supaya dapat menciptakan Indonesia yang lebih sehat. 

BACA JUGA:Pendidikan Dokter Spesialis Kini Diselenggarakan oleh Rumah Sakit, Mahasiswa PPDS Terima Gaji dan Jam Kerja Normal

Hospital based ini program unggulan dari transformasi sumber daya kesehatan. Lulusannya harus berkualitas setara internasional. Harus sama juga dengan lulusan university based,” tutur Arianti pada Sabtu 3 Mei 2024 di Jakarta.

Kemudian Arianti juga menambahkan untuk peserta calon dokter spesialis yang mengikuti program hospital based diutamakan berasal dari Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan (DTPK). Sehingga dapat membantu daerah terpencil yang masih kekurangan dokter spesialis. 

Program ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan jumlah dokter spesialis, mendistribusikan dokter spesialis ke seluruh pelosok Indonesia, dan mencetak dokter spesialis berkualitas internasional.(*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: