Warner Bros Tutup Tiga Studio, Game Wonder Woman Batal Dibikin

Game Wonder Woman dibatalkan oleh Warner Bros imbas penutupan tiga studio gamenya. --pcgamesn.
Shadow of Mordor bahkan memperkenalkan sistem Nemesis yang kemudian dipatenkan WB pada 2021.
Sementara itu, Player First Games, yang berdiri pada 2019, terkenal dengan MultiVersus, fighting game yang menggabungkan berbagai karakter WB.
Meski mendapat sambutan positif saat peluncuran, game ini dinilai tidak memenuhi ekspektasi finansial WB.
Terakhir, WB San Diego, yang juga berdiri pada 2019, memiliki fokus utama pada mobile game dan model free-to-play. Namun, dengan strategi baru WB, studio ini juga tak luput dari penutupan.
BACA JUGA:Take-Two Hadapi Tantangan Rilis Game GTA 6 dan Borderland 4 Pada 2025
BACA JUGA:Kingdom Come: Deliverance 2, Evolusi Game jadi Lebih Realistis
Hogwarts Legacy game besutan Warner Bros yang pada akhirnya menjadi alasan untuk dikembangkan lebih jauh. --thenerdstash
Keputusan itu menambah daftar panjang penutupan studio dan pemecatan massal yang menghantam industri game dalam tiga tahun terakhir. Sepanjang 2023, lebih dari 10.000 pekerja di industri game kehilangan pekerjaan.
Angka tersebut melonjak hingga lebih dari 14.000 pada 2024. Tahun ini, gelombang penutupan masih berlanjut, meskipun jumlah pasti korban PHK semakin sulit dipastikan karena banyak perusahaan tidak melaporkan data secara terbuka.
Langkah WB ini juga menimbulkan pertanyaan besar soal masa depan game dalam semesta DC.
Kemarin, co-CEO DC Studios, James Gunn dan Peter Safran, menyatakan bahwa butuh waktu beberapa tahun lagi sebelum game pertama dalam DC Universe terbaru bisa dirilis.
Dengan semakin banyaknya studio besar yang gulung tikar dan proyek ambisius yang dibatalkan, industri game saat ini berada dalam fase yang penuh ketidakpastian.
Apakah langkah WB ini akan membawa perbaikan, atau justru menandai tren buruk yang semakin dalam? Waktu yang akan menjawab. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: