IHSG Ambruk ke Titik Terendah Sejak 2021! Dana Asing Kabur Rp 18,98 Triliun, Pasar Saham Kian Terpuruk

Ilustrasi IHSG, rekomendasi Danareksa BRI-ist-
Sebelumnya, MSCI juga telah memangkas jumlah konstituen saham Indonesia secara bertahap.
Dalam rebalancing terbarunya, MSCI tidak menambahkan saham baru dalam kategori large cap. Tetapi justru mengeluarkan tiga saham, yaitu:
- PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
MDKA dan INKP kini turun ke kategori small cap, sedangkan UNVR dikeluarkan sepenuhnya dari daftar konstituen MSCI. Perubahan itu mempersempit cakupan investasi asing di pasar saham domestik.
BACA JUGA:Rupiah Anjlok Rp 16.575 per USD, Terendah Sepanjang Sejarah, Ini Sebabnya..
Dampak bagi Pasar Saham Indonesia
Selain pemangkasan bobot saham, MSCI juga menurunkan peringkat saham Indonesia dari equal-weight (EW) menjadi underweight (UW).
Morgan Stanley mencatat bahwa tren return on equity (ROE) saham-saham Indonesia terus melemah akibat perlambatan ekonomi dan tekanan terhadap sektor-sektor siklikal.
Dengan perubahan ini, investor diharapkan lebih waspada terhadap potensi volatilitas yang meningkat dalam beberapa waktu ke depan.
Arus keluar dana asing yang signifikan dapat memperburuk tekanan jual di pasar saham domestik, sehingga strategi investasi yang cermat menjadi kunci dalam menghadapi situasi ini. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: