BRIN Prediksi Awal Puasa Ramadan 2025 Tidak Berbarengan, Ini Penjelasannya

Ilustrasi rukyatul hilal tahun 2024 untuk menentukan awal puasa Ramadan.-Moch Sahirol-Harian Disway
HARIAN DISWAY - Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi awal puasa Ramadan tahun 2025 Masehi/1446 Hijriah akan berbeda.
"Ada potensi perbedaan. Keputusannya saat sidang isbat," kata Thomas Djamaluddin, Profesor Riset Astronomi-Astrofisika BRIN pada Harian Disway.
Menurut Thomas Djamaluddin, perbedaan tersebut disebabkan adanya kriteria baru Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) yang terpenuhi di wilayah perbatasan, yakni sekitar wilayah Aceh.
Selain itu, potensi terjadinya kegagalan dalam rukyat cukup besar. Sebab di samping hilal sangat tipis dengan elongasi geosentrik 6,4 (batas kriteria), kemungkinan besar faktor cuaca yang ada juga cukup mengganggu.
Adapun jika rukyat gagal, tambahnya, akan ada potensi perdebatan saat sidang isbat. Pertama, tetap konsisten dengan kriteria dan merujuk fatwa MUI 1981. Di mana sidang isbat akan tetap mengambil hasil hisab yg sudah memenuhi kriteria di Aceh, sehingga awal Ramadan akan jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.
BACA JUGA:Kemenag Rilis 125 Titik Pemantauan Hilal Awal Ramadan 2025, Ini Lokasinya!
BACA JUGA:Dua Hari Menjelang Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadan 2025, Simak Rangkaian Agendanya!
Kedua, sidang isbat akan mengambil keputusan berdasarkan hasil rukyat, sebab hilal di sebagian besar wilayah Indonesia tidak mungkin dirukyat.
Sehingga awal Ramadan akan jatuh pada Ahad, 2 Maret 2025.
Thomas Djamaluddin menegaskan, dua pilihan tersebut memiliki alasan yang kuat dan tidak menyalahi prinsip penggunaan kriteria imkanur rukyat.
"Saya pribadi akan ikut keputusan Pemerintah pada sidang itsbat, apa pun hasilnya," ujarnya.
Sejalan dengan Thomas Djamaluddin, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah Cholil Nafis juga mengaku adanya potensi perbedaan awal puasa Ramadan 2025 Masehi/1446 Hijriah. Namun, hari raya Idulfitri disepakati akan bersama.
"Mulai puasa tahun 1446 H/2025 potensi berbeda tapi lebaran sepakat bersama," tulis Cholil Nafis di akun media sosial X-nya @cholilnafis pada Jumat, 28 Februari 2025 pukul 06.09 WIB.
BACA JUGA:Muhammadiyah Resmi Tetapkan Jadwal Puasa dan Idul Fitri 2025, NU dan Pemerintah Tunggu Sidang Isbat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: