Wajah Baru Pariwisata Laos, Lao-China Railway Tarik Minat Wisatawan

Wajah Baru Pariwisata Laos, Lao-China Railway Tarik Minat Wisatawan

Lao-China Railway tampak melintasi Sungai Mekong. Kereta itu kini jadi favorit wisatawan.-Lauren Decicca-The New York Times

Salah satu pengalaman kuliner terbaik bisa ditemukan di Doi Ka Noi, restoran yang menawarkan menu musiman dengan harga sekitar Rp 495 ribu untuk makan siang dua orang.

Salah satu hidangan andalannya adalah nasi goreng renyah dengan daging babi asam dan rempah-rempah harum.

BACA JUGA:5 Destinasi Liburan Terpopuler 2025 di Indonesia yang Menarik Dikunjungi

Di Luang Prabang, wisatawan bisa mengunjungi Ock Pop Tok, sebuah kolektif tekstil tempat para pengrajin bekerja dengan teknik tradisional.

Sementara itu, di Vang Vieng, wisatawan dapat melakukan beragam aktivitas. Seperti berperahu kayak di Sungai Nam Song dan menjelajahi gua-gua alami.


Tradisi para biksu Buddha berjalan kaki di Laos menjadi pemandangan menarik.-Lauren Decicca-The New York Times

Namun, Laos masih menghadapi tantangan dalam menarik lebih banyak wisatawan internasional. Keterbatasan penerbangan menjadi salah satu kendala utama.

BACA JUGA:Pantai Drini di Gunungkidul, Surga Wisata yang Menyimpan Potensi Ombak Pantai Selatan

Pada 2024, hanya tersedia kurang dari 1,8 juta kursi penerbangan menuju Laos. Jauh lebih sedikit dibandingkan dengan Thailand yang memiliki lebih dari 46 juta kursi penerbangan.

Meski ada kemajuan besar dalam infrastruktur, pariwisata Laos sempat terguncang oleh insiden tragis pada November silam. Dilansir CNA Luxury, enam wisatawan muda dilaporkan meninggal di Vang Vieng. 

Mereka diduga meninggal akibat dugaan konsumsi alkohol yang mengandung metanol. Kejadian itu memicu kekhawatiran mengenai standar keamanan dan regulasi di sektor pariwisata Laos.

BACA JUGA:Jelajah Keajaiban Venesia, Padukan Wisata Seni, Kuliner, Sejarah

Meski begitu, wisatawan seperti Cheryl Lau, seorang pensiunan berusia 68 tahun dari Honolulu, tetap tertarik mengunjungi Laos.

Itu berkat adanya jalur kereta api baru. Ia menyebut bahwa dirinya sempat ragu untuk bepergian ke Laos. 

Tetapi setelah melakukan riset, ia merasa lebih percaya diri. “Saya tidak akan melakukan ini tanpa adanya kereta api. Saya sangat menikmatinya sekarang,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: cna luxury