Wajah Baru Pariwisata Laos, Lao-China Railway Tarik Minat Wisatawan

Wajah Baru Pariwisata Laos, Lao-China Railway Tarik Minat Wisatawan

Lao-China Railway tampak melintasi Sungai Mekong. Kereta itu kini jadi favorit wisatawan.-Lauren Decicca-The New York Times

HARIAN DISWAY - Laos kini tengah mengalami perubahan besar dalam industri pariwisatanya. Dengan pembangunan infrastruktur baru, termasuk sistem kereta api cepat, pemerintah Laos berharap dapat menarik lebih banyak wisatawan. 

Laos selama ini lebih dikenal di kalangan backpacker karena keindahan alamnya yang memukau. Kuil-kuil Buddha berdiri megah. Juga gaya hidup yang santai dan terjangkau.

Pemerintah setempat telah meningkatkan infrastruktur pariwisata. Melakukan pembangunan jalan raya yang lebih baik, hotel-hotel baru, dan yang paling revolusioner: sistem kereta api cepat yang menghubungkan kota-kota utama di Laos dengan Tiongkok.

BACA JUGA:7 Fakta Menarik Kota Es Harbin di Tiongkok, Bangkitkan Turis Berjuluk Kentang Imut


Patung Buddha di Kuil Wat Xiengthong, simbol penting dalam spiritualitas dan seni di Luang Prabang, Laos.-Lauren Decicca-The New York Times

Pada 2019, Laos mencatat rekor jumlah wisatawan dengan 4,8 juta turis asing. Tahun ini, jumlah tersebut telah melampaui 5 juta. Sebuah pencapaian yang sebagian besar berkat jalur kereta api Lao-China Railway

Proyek senilai Rp 96 triliun itu merupakan bagian dari inisiatif Belt and Road yang digagas Tiongkok untuk menghubungkan negara-negara di lima benua.

Kereta itu kini menjadi penghubung utama bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Laos dengan lebih nyaman dan efisien.

BACA JUGA:Huaxiacheng di Weihai, Tiongkok: Bekas Tambang yang Disulap jadi Wisata Menawan

Dengan kecepatan mencapai 160 km/jam, kereta itu menghubungkan ibu kota Vientiane, Luang Prabang yang terkenal dengan situs warisan dunianya. Juga Vang Vieng, destinasi wisata alam dengan pegunungan batu kapur, gua-gua, dan laguna-laguna indah. 

Sebelum adanya kereta itu, perjalanan ke berbagai kota di Laos membutuhkan waktu seharian. Mengendarai mobil atau bus yang sering kali melewati jalanan berlubang dan bergelombang.

Di Vientiane, ibu kota Laos, wisatawan dapat menikmati kombinasi modernitas dan budaya tradisional. Mal-mal besar berdampingan dengan kuil-kuil Buddha yang berusia ratusan tahun.

BACA JUGA:Perjalanan Ziarah ke Tempat Suci Nabi Kong Zi di Tiongkok (1): Sumpah yang Dikabulkan Thian

Di sepanjang Sungai Mekong, pengunjung bisa menikmati kuliner lokal di restoran terbuka atau sekadar berjalan-jalan di pasar malam yang ramai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: cna luxury