BimaSeno Cat Hotel Lumajang, Tempat Inap Kucing Semi Outdoor yang Banjir Pelanggan saat Lebaran

BimaSeno Cat Hotel Lumajang, Tempat Inap Kucing Semi Outdoor yang Banjir Pelanggan saat Lebaran

Bima Dwi Satriatama menggendong Puci, salah seekor kucing yang menjadi tamunya di BimaSeno Cat Hotel Lumajang.-Mohamad Nur Khotib-Harian Disway -

Lebaran identik dengan mudik dan hotel penuh. Tapi, bukan cuma penginapan manusia yang ramai. Hotel kucing pun ikut kebanjiran tamu. BimaSeno Cat Hotel yang beralamat di Jalan Prof. M. Yamin Gang 01 No. 18 Lumajang menjadi salah satu yang paling sibuk. Sebanyak 18 kamar yang tersedia penuh dipesan sejak sebelum Ramadan berakhir.

Seekor kucing tampak begitu santai selonjoran di kamar nomor 6 kluster Birawa. Bulu putih dengan corak hitamnya nyaris kinclong. Bersih terawat. Matanya yang hijau senada dengan warna kalung yang melingkar di lehernya. Jika diberi kostum loreng, Anda mungkin akan menyangka ia Bobby Kertanegara, kucing kesayangan Presiden Prabowo Subianto.

"Ini memang kucing domestik, mirip Bobby ya," seloroh Bima Dwi Satriatama, pemilik BimaSeno Cat Hotel, pada Jumat malam, 4 April 2025. Ia lantas mengeluarkan Puci, nama kucing itu, dari kamarnya. Lalu menggendongnya dengan ekspresi menggemaskan. 

BACA JUGA:Hari Khusus untuk Kucing Kunjungi Museum

Dari plakat yang tertempel di pintu kamarnya, Puci baru menginap di BimaSeno Cat Hotel sejak 2 April 2025. Sementara beberapa kucing lain dengan jenis berbeda seperti Persia hingga Munchkin menginap sudah beberapa hari lebih lama. 

Semua kucing yang ditinggal pemiliknya mudik itu menginap di kandang raksasa yang terbagi menjadi 18 kamar dan dua kluster. Ya, BimaSeno Cat Hotel dibagi menjadi dua kluster: Birawa dan Werkudara. Masing-masing punya 9 kamar.

Seluruh ruang dibangun layaknya penginapan sungguhan: berkeramik, berpagar besi, dan dilengkapi tempat bertengger dari ubin yang dipasang di dinding belakang kamar. Wadah makan dan minum dari stainless steel turut menambah kesan premium.


Desain interior dan fasilitas dalam kamar penginapan kucing di BimaSeno Cat Hotel Lumajang.-Mohamad Nur Khotib-Harian Disway -

Namun bukan sekadar tampilan. Setiap kucing juga diperlakukan layaknya tamu istimewa, tanpa diskriminasi. “Nggak mau membeda-bedakan. Semuanya kami perlakukan sama,” ujar Bima yang juga merupakan guru Geografi di SMAN 2 Lumajang.

Meski begitu, tiap kucing punya kebutuhan khusus. Seperti Puci yang doyan suwiran tuna, sedangkan si Persia lebih suka dry food. Bima biasanya menerima permintaan khusus dari pemilik kucing. Ada yang membawa makanan sendiri, ada juga yang memesan lewat hotel.

BACA JUGA:Prabowo dan Wakil PM Inggris Makan Malam Bersama, Cerita Soal Kucing Larry dan Bobby Kertanegara

Untuk urusan sanitasi, Bima memilih pasir cuci ketimbang pasir gumpal. Tentu ada pertimbangan sendiri. Terutama soal kebersihan. Pasir gumpal dirasa kurang higienis sebab kotoran kucing biasanya masih berbekas dan bisa menjadi sumber penyakit.

“Kalau pasir cuci lebih bersih karena bisa dicuci,” ungkapnya. Konsekuensinya, Bima harus bekerja ekstra. Setiap pagi dan sore rutin membersihkan kamar kucing. Lantainya dilap dan pasirnya diganti dengan pasir yang sudah dicuci.

Dua kamar khusus disediakan sebagai ruang isolasi untuk kucing sakit. Jaraknya jauh dari kluster utama agar virus tidak menular ke yang lain. Bagi kucing yang sakit akan dirawat secara intensif. Diberi vitamin dan obat-obatan. 

BACA JUGA:Kucing dengan Virus FIV: Mitos dan Fakta di Balik Stigma

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: