Serangan Besar Rusia di Kyiv Tewaskan Tiga Orang, Termasuk Seorang Anak

Tim penyelamat bekerja di lokasi gedung apartemen yang terkena serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina, 28 Agustus 2025.--Reuters
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bulan ini menggelar pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska, disusul pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan para pemimpin Eropa.
Namun, hingga kini belum ada kemajuan berarti menuju perjanjian damai.
Ukraina menuntut adanya jaminan keamanan dari negara Barat sebelum menyetujui kesepakatan apa pun, termasuk kemungkinan penempatan pasukan penjaga perdamaian.
Moskow menolak tuntutan tersebut dan menyebutnya tidak realistis.
BACA JUGA:Trump Ancam “Konsekuensi Berat” Bagi Rusia Jika Putin Halangi Perdamaian di Ukraina
BACA JUGA:Eropa Desak Lindungi Kepentingan Ukraina Jelang KTT Trump-Putin
Zelensky pada Rabu 27 Agustus, mengatakan pejabat Ukraina akan bertemu dengan utusan AS di New York pada Jumat. Ia menilai Moskow mengirimkan “sinyal arogan dan negatif” terkait proses perundingan, dan menyerukan tekanan lebih besar terhadap Rusia agar mengambil langkah nyata menuju penyelesaian konflik.
Sementara itu, serangan udara Rusia diyakini masih akan berlanjut. Pasukan Moskow perlahan tetapi konsisten merebut wilayah baru di Ukraina dalam beberapa bulan terakhir, di saat pembicaraan damai masih terhambat.(*)
*)Mahasiswa Magang Prodi English for Business and Professional Communication Politeknik Negeri Malang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: