Keluarga Arya Daru Desak Polisi Usut Lagi: Soal Check in Hotel 24 Kali

Keluarga Arya Daru Desak Polisi Usut Lagi: Soal Check in Hotel 24 Kali

ILUSTRASI Keluarga Arya Daru Desak Polisi Usut Lagi: Soal Check in Hotel 24 Kali.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Paginya, Selasa, 8 Juli 2025, Arya ditemukan meninggal di kamarnya dengan kepala terbungkus plastik terlilit lakban. Waktu kematian Senin malam hingga Selasa dini hari atau beberapa jam setelah Arya bersama Vara.

Nicholay: ”Suami Vara adalah anggota TNI berpangkat letnan kolonel.”

Ia menduga, kematian Arya berkaitan dengan 24 kali Arya check in bersama istri anggota TNI.

Nicholay: ”Kemarin, saya jujur, saya tanyakan hal itu langsung kepada pihak penyidik Polda Metro Jaya, adakah pihak yang merasa dirugikan, atau kepentingannya terganggu, atau merasa sakit hati, akibat adanya yang dikatakan check in itu?”

Dijawab Nicholay sendiri: ”Polisi menjawab, tidak ada. Bahkan, polisi mengatakan, belum pernah memintai keterangan suami Vara. Padahal, hal ini berkaitan.”

Dilanjut: ”Saya sudah sampaikan kepada penyelidik, periksa semuanya, termasuk suami Vara. Kita tidak bisa berasumsi, apakah ia terlibat atau tidak. Ya… periksa. Kalau fakta ia anggota TNI, ya periksa peristiwanya. Libatkan POM (polisi militer).”

Sebelumnya, pihak keluarga Arya juga melaporkan hal itu kepada pihak TNI. Terkait suami Vara yang anggota TNI. Laporan tersebut pun sudah ditampung.

Berita tentang suami Vara yang anggota TNI sudah menyebar di media massa dan medsos. Warganet menyatakan, polisi perlu memintai keterangan suami Vara, terkait beredarnya 24 kali check in tersebut.

Anggota Komisi III DPR RI Maruli Siahaan terkait hal itu kepada wartawan mengatakan, ”harus didalami apa kaitannya. Biar jelas.”

Apa kata polisi?

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat, 28 November 2025, mengatakan, hal tersebut memang telah diketahui penyidik. Hanya, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan istri dan orang tua Arya Daru.

Kombes Budi: ”Kami akan koordinasi dengan keluarga inti almarhum. Kami tekankan, kami akan berkoordinasi dengan keluarga inti.”

Maksudnya: ”Apakah keluarga inti almarhum sudah siap menerima apa yang temuan dari penyidik? Ini kan harus disampaikan.”

Sebab, menurutnya, polisi masih menjaga sejumlah informasi terkait almarhum yang ia nilai merupakan ranah privasi keluarga almarhum. Dan, itu tidak perlu dibuka ke publik.

Budi: ”Apakah kita akan menjadi orang yang selalu mengungkap aibnya orang lain, ini harus kita jaga bersama.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: