Keluarga Arya Daru Desak Polisi Usut Lagi: Soal Check in Hotel 24 Kali
ILUSTRASI Keluarga Arya Daru Desak Polisi Usut Lagi: Soal Check in Hotel 24 Kali.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Pernyataan Budi menunjukkan bahwa dalam kematian Arya, ada masalah semacam perselingkuhan. Terkait aib. Dengan demikian, polisi masih akan membahasnya dengan keluarga almarhum setelah lima bulan kematian Arya.
Terus, bagaimana perasaan istri Arya, Meta Ayu Puspitantri?
Nicholay: ”Beliau (Meta Ayu, Red) tentu kecewa atas temuan terbaru itu. Bu Meta tahu bahwa Vara adalah teman kerja Arya. Selama ini, menurut Bu Meta, Arya selalu cerita soal Vara kepada Bu Meta.”
Ketika Arya belanja ke mal Grand Indonesia bersama Vara dan Dion, menurut Nicholay, Arya memberi tahu istrinya melalui pesan WA. ”Tapi, Bu Meta baru tahu adanya 24 kali check in hotel tersebut. Dan, beliau menghendaki kasus ini diselidiki (lagi) oleh polisi,” katanya.
Umumnya, dalam perkara kriminal, semua hal terkait korban dan pelaku pasti terungkap ke publik. Baik di tingkat penyidikan polisi maupun di persidangan. Pasti diungkap. Hal-hal baik atau hal-hal memalukan. Diungkap jelas.
Biasanya, jika ada aib korban, pihak keluarga akan malu. Sebaliknya, pihak penyidik tidak peduli. Sebab, hal itu konsekuensi logis penyidikan perkara pidana.
Kasus ini beda dari biasanya. Polisi masih akan tanya dulu kepada pihak keluarga Arya, apakah keluarga kuat menerima kenyataan, misalnya, aib almarhum bakal terungkap? Masih akan ditanya dulu. Tidak langsung dan otomatis sebagaimana perkara kriminal lainnya.
Sebaliknya, istri Arya terus menyatakan, polisi harus menyelidiki lagi kematian Arya. Keluarga menduga, Arya tidak bunuh diri, tetapi dibunuh.
Ada lagi. Sidik jari di lakban yang terlilit di kepala Arya ternyata ada empat. Satu sidik jari korban sendiri. Polisi pada empat bulan lalu mengumumkan, cuma ada satu sidik jari milik korban.
Nicholay: ”Maka, saya tanya kepada penyidik, apakah yang tiga sidik jari itu tidak bisa teridentifikasi? Itu milik siapa? Almarhum atau orang lain? Penyidik mengatakan, mereka tidak bisa menjawab hal itu.”
Dengan adanya empat sidik jari dan yang satu milik korban, di dalam TKP kematian Arya ada tiga orang lain.
Nicholay: ”Kami pihak keluarga sepakat, jika polda tidak menyelidiki lagi kasus ini, kami akan minta Bareskrim Polri yang menyelidiki.”
Kasus ini tidak biasa. Khususnya, tidak biasa pihak keluarga korban terus mendesak polisi (selama lima bulan ini) untuk menyelidiki lagi. Meski, polisi menganggap kasus ini sudah final, bunuh diri. Meski, keluarga juga tahu soal check in hotel itu. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: