Korban Tewas Banjir Sumatera jadi 442 Orang, Ratusan Lain Masih Hilang
Tim SAR gabungan menyisir lokasi terdampak longsor di Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, Minggu , 30 November untuk menemukan korban -BNPB-
Sementara di Aceh, korban jiwa mencapai 96 orang dengan 75 lainnya hilang. Berasal dari 11 Kabupaten/kota. Meskipun total kabupaten/kota terdampak ada 18, namun 4 kab/kota melaporkan kerusakan ringan dan tak ada korban jiwa.
BACA JUGA:Warga Gayo Lues Aceh Minta Bantuan Malaysia: Sudah 5 Hari Kelaparan
BACA JUGA:PGN Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Banjir Sumatera Utara dan Aceh
Banyak jalur juga masih putus di Aceh. Antara lain jalur Sumatera Utara-Aceh Tamiang, Banda Aceh-Lhokseumawe, Aceh Utara-Aceh Timur-Aceh Tamiang. "Gayo Lues ini juga masih putus. Karena jalur nasional Gayo Lues-Aceh tenggara juga masih putus," katanya.
Aceh Tengah masih belum bisa diakses via darat karena jalan nasional Bireun-Takengon juga masih putus. Bener Meriah juga masih putus karena jalan Bener Meriah-Aceh Tengah dan Bener Meriah-Bireun juga masih putus. Jalur Subulussalam-Aceh Singkil-Aceh Selatan hingga perbatasan Sumut-Aceh masih bisa dilewati. "Ttupun masih belum lancar. Karena sebagian terendam banjir," katanya.
Sementara Sumatera Barat kata Suharyanto dibandingkan Sumut dan Aceh sudah lebih pulih di hari ketiga, apalagi didukung cuaca yang cerah. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilaksanakan terus menerus di Sumatara Barat. 129 orang dilaporkan meninggal, 118 hilang, serta 16 luka-luka. "Padang Pariaman yang semula pengungsinya banyak, sekarang mereka mulai berangsur-angsur kembali ke rumah masing-masing," katanya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: