Warga Gayo Lues Aceh Minta Bantuan Malaysia: Sudah 5 Hari Kelaparan

Warga Gayo Lues Aceh Minta Bantuan Malaysia: Sudah 5 Hari Kelaparan

Unggahan warga Aceh meminta permohonan bantuan kepada Malaysia agar mengirimkan bantuan berupa helikopter pada Sabtu, 29 November 2025 di tengah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang tengah melanda kota serambi mekkah tersebut.-@explore_gayo-instagram

HARIAN DISWAY - Beredar unggahan warga Aceh meminta permohonan bantuan kepada Malaysia agar mengirimkan bantuan berupa helikopter di tengah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang tengah melanda kota serambi mekkah tersebut.

Permohonan bantuan tersebut diunggah pada hari Sabtu, 29 November 2025 oleh akun @explore_gayo yang mengatasnamakan Relawan Pemuda Gayo.

"Kami masyarakat Gayo memohon kepada Anwar Ibrahim perdana menteri Malaysia," ujar mereka.

Pada keterangan unggahan tersebutm mereka juga menandai akun Instagram Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.

BACA JUGA:BNPB Kirim Bantuan Via Laut untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh

"@anwaribrahim_my Tolong kami warga Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, kami terisolir belum ada bantuan di pedesaan terpencil,” keterangan dari akun tersebut.

Mereka menyebut bahwa sedang kelaparan dan membutuhkan bantuan pengiriman helikopter untuk evakuasi.


Bantuan BNPB diberangkatkan dari Pelabuhan Ulee Lhueu di Banda Aceh dengan menggunakan kapal Express Bahari pada hari Minggu, 30 November 2025.. Direncanakan bantuan ini akan menjangkau lima wilayah yakni Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa d--BNPB

“Masyarakat Gayo kelaparan, lima hari tidak ada bantuan,” kata mereka.

Dalam isi dari kolom komentar unggahan itu, banyak masyarakat yang menginginkan kemerdekaan Aceh karena menurut mereka penanganan dari pemerintah Indonesia belum benar-benar serius dalam menghadapi bencana ini.

BACA JUGA:Korban Jiwa Akibat Banjir di Aceh Mencapai 47 Jiwa, Masih Bisa Bertambah

Sehari setelahnya yakni Minggu, 30 November 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah berupaya menjangkau lokasi terdampak banjir dan tanah longsor melalui jalur laut untuk mengirim bantuan logistik dan peralatan pada warga yang terdampak di wilayah Provinsi Aceh.

Bantuan ini diberangkatkan dari Pelabuhan Ulee Lhueu di Banda Aceh dengan menggunakan kapal Express Bahari yang direncakan akan menjangkau lima wilayah di Provinsi Aceh yakni Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang.

Total bantuan seberat 27 ton ini akan berhenti di dua lokasi yakni Pelabuhan Krengkuku untuk menjangkau wilayah Aceh Utara, Lhouksumawe serta Pelabuhan Kuala Langsa untuk menjangkau Kota Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamiang.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber