Korban Jiwa Akibat Banjir di Aceh Mencapai 47 Jiwa, Masih Bisa Bertambah

Korban Jiwa Akibat Banjir di Aceh Mencapai 47 Jiwa, Masih Bisa Bertambah

Petugas gabungan mengevakuasi warga yang sakit di Bireun, Aceh -Amanda Jufrian/AFP-

HARIAN DISWAY - BNPB Melaporkan 47 orang korban meninggal dunia akibat bencana banjir di Aceh

Selain korban yang meninggal, 51 orang dinyatakan masih hilang, serta 8 orang luka-luka. Jumlah pengungsi mencapai 48.887 kepala keluarga yang tersebar di berbagai wilayah, dengan sebaran tertinggi di Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil.

“Untuk wilayah Aceh ada 47, kemudian 51 masih hilang dan 8 luka-luka. Ini akan berkembang terus datanya, karena ada operasi SAR gabungan yang kemungkinan akan terus menemukan korban,” terang Suharyanto.

Banyaknya kerusakan jembatan dan jalan nasional berdampak pada terputusnya akses utama, termasuk jalur Banda Aceh–Lhokseumawe serta jalur perbatasan Aceh–Sumatera Utara di Aceh Tamiang. Hingga kini, beberapa daerah seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah masih belum dapat diakses melalui jalur darat.

BACA JUGA:Kepala BNPB: Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir di Aceh, Sumut dan Sumbar Jadi 303 Jiwa

BNPB telah mengaktifkan dukungan komunikasi darurat menggunakan jaringan satelit Starlink di sejumlah titik, terutama di wilayah yang terisolir jaringan. Pengiriman logistik dilakukan melalui udara menggunakan helikopter dan pesawat Cessna Caravan untuk menjangkau daerah yang tidak dapat diakses melalui jalur darat.


Foto Udara akses yang terputus akibat banjir di Pidie Jaya, Aceh. Korban tewas akibat banjir Sumatera mencapai 303 orang -BNPB-

Bantuan Presiden berupa alat komunikasi, tenda, genset, perahu karet, makanan siap saji, dan perlengkapan keluarga telah tiba di Aceh dan sebagian besar telah didistribusikan ke 17 kabupaten/kota terdampak. Dua helikopter BNPB juga telah dikerahkan dari Bandara Sultan Iskandar Muda untuk mendukung distribusi ke titik-titik kritis.

Sejak Sabtu, 29 November 2025, BNPB telah mengirimkan bantuan logistik menggunakan helikopter dan pesawat ke Kabupaten Aceh Tamiang, Bener Meriah dan Aceh Tengah. Kedua wilayah ini termasuk yang terisolir karena putusnya akses jalan raya. 

BACA JUGA:Ini Alasan Banjir dan Longsor di Sumatera Belum Ditetapkan sebagai Bencana Nasional

Helikopter BNPB diberangkatkan melalui Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara. Pada sortie pertama helikopter ini memuat bantuan dengan total seberat 588 kilogram. Adapun rinciannya berupa 60 koli sembako dan 10 koli makanan siap saji. 

Lebih lanjut, pesawat jenis Cessna Caravan PK-SNG juga diterbangkan melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Provinsi Aceh. Bantuan ini akan mendarat di Bandara Rembele yang terletak di Kabupaten Bener Meriah. Pada sortie pertama, membawa bantuan logistik dan peralatan berupa Indomie 50 karton, Eprokal 5 karton, Naraga 7 karton, Genset 2 unit, Starlink  2 unit dan BBM  20 liter untuk nantinya didistribusikan ke Kabupaten Bener Meriah.(*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: