Mahasiswa UNESA Rebranding Produk dan Public Space Berbasis Teknologi Digital di Folkation 4.0
Pengunjung mencoba menggerakkan jari dari jauh untuk menggerakkan halaman website Mang Kabayan Surabaya. - Ilmi Bening - Harian Disway
HARIAN DISWAY - Suasana di Royal Plaza lantai UG semakin ramai dengan adanya pameran Folkation 4.0 yang digelar oleh program studi Desain Grafis UNESA. Pameran itu menampilkan beragam karya nirmana. Serta rebranding produk maupun public space.
Juniar Rangga Afreza, Ketua Pelaksana Folkation 4.0, mengatakan, "Terdapat 33 karya mahasiswa angkatan 2024 yang ditampilkan di pameran ini untuk memenuhi nilai tugas mata kuliah Desain Grafis Dasar dan Visual Branding. Sementara itu, angkatan 2025 hanya memamerkan karya Nirmana."
“Jadi, Folkation 4.0 juga diikuti oleh mahasiswa 2024 dan 2025. Untuk pameran karya Nirmana bisa dikunjungi di Creative Room,” tutur Juniar, lalu menunjukkan arah pameran yang terpisah dari wilayah stan mahasiswa angkatan 2024.
Meski begitu, pameran tersebut tak hanya ditujukan sebagai pemenuhan nilai mata kuliah. Nova Kristiana, Dosen Pengampu Mata Kuliah Desain Grafis Dasar dan Visual Branding berharap bahwa mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman.
BACA JUGA:Dies Natalis ke-61 Unesa, Tingkatkan Kerja Sama Internasional
BACA JUGA: KPPTI 2025 di Unesa: Kampus Jadi Jantung Ekonomi, Bukan Menara Gading Lagi
“Kalau hard skill saya yakin mereka sudah mampu. Seperti mengoperasikan software, mendesain produk, dan sebagainya. Tetapi, untuk soft skill, mereka harus menghadapi klien atau mitra di lokasi,” ungkap Nova.
Beberapa rebranding produk dan public space itu dirancang dengan memanfaatkan teknologi digital. Contohnya, karya rebranding perusahaan rumah makan bernama Mang Kabayan Surabaya.
Produk rebranding rumah makan itu yang merupakan milik kelompok empat. Moh. Alif Fadhilah Patrayasa, salah seorang anggota tim yang merancang rebranding Mang Kabayan Surabaya, menunjukkan berbagai desain hasil buatannya yang termuat di mug, pouch, nomor meja, id card, signage, hingga poster.
“Menurut kami, promosi produk dan segi desain juga kurang. Maka, kami ingin merancang inovasi rebranding itu. Termasuk mendesain ulang website-nya,” kata Alif.
BACA JUGA:KPPTI 2025 di Unesa, Kampus Berdampak untuk Indonesia Emas 2045
BACA JUGA:Waduk Unesa Disulap Jadi Penangkal Banjir dan Destinasi Wisata
Tampilan website menjadi bagian yang paling menarik bagi pengunjung pameran. Sebab, sifatnya lebih interaktif. Pengunjung bisa menggerakkan halaman hanya dengan menggerakkan jari dari jauh.
“Coba gerakkan dua atau tiga jari untuk mengarahkan halaman supaya bergerak ke atas dan bawah. Kalau menggenggam tangan seperti ini, halamannya akan berhenti bergerak,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: