Mahasiswa UNESA Rebranding Produk dan Public Space Berbasis Teknologi Digital di Folkation 4.0

Mahasiswa UNESA Rebranding Produk dan Public Space Berbasis Teknologi Digital di Folkation 4.0

Pengunjung mencoba menggerakkan jari dari jauh untuk menggerakkan halaman website Mang Kabayan Surabaya. - Ilmi Bening - Harian Disway

Website interaktif itu dibuat dengan tujuan menarik pengunjung di Folkation 4.0. Bachtiar Aryansyah Putra ialah anggota tim kelompok empat yang merancang fitur sensor tersebut. Ia menggunakan coding dari VS Code. Lalu menghubungkannya ke website dengan GitHub.

“Website ini juga dilengkapi dengan fitur customer service Artificial Intelligence. Jadi, orang bisa terhubung dengan kontak WhatsApp admin lewat obrolan chat AI ini. Dia juga bisa menjawab pertanyaan seputar menu makanan, lokasi, dan informasi umum tentang Mang Kabayan Surabaya,” ujar Bachtiar.

BACA JUGA:Unesa Inklusif! Tumbuhkan Literasi Edupreneur Siswa Tunarungu di Gresik Lewat Damar Kurung

BACA JUGA:Debat Mandarin Tingkat Mahasiswa, Unesa Unggul Tipis atas LPI Al-Majidiyah Pamekasan Madura

Pengunjung memainkan game di stan Creative Public Space Keputih Surabaya. - Ilmi Bening - Harian Disway

Karya dengan teknologi selanjutnya di Folkation 4.0 juga dibuat oleh kelompok delapan yang me-rebranding Creative Public Space Keputih Surabaya. Kelompok tersebut juga merancang pamflet, stiker, pamflet, tumbler, masker, topi, gantungan kunci, dan t-shirt.

“Kami memilih tempat ini karena lokasinya hidden gem. Belum banyak orang tahu ada taman gratis di belakang Taman Harmoni Keputih. Padahal, pemerintah sebenarnya menyediakan fasilitas gratis yang lengkap di situ,” kata Jaoharoh Fatin, anggota kelompok delapan.

Fatin dan tim menginginkan masyarakat yang mengenakan produk tersebut akan mengetahui lokasi Creative Public Space Keputih Surabaya.

Kemudian, ada juga game berbasis android yang bisa dimainkan oleh anak-anak. Game yang dibuat oleh kelompok delapan itu sejenis puzzle. Menantang pemainnya untuk mengingat objek pada kartu.

BACA JUGA:Erick Thohir Resmikan Lab Olahraga Unesa, Targetkan Emas Petanque di SEA Games 2025!

BACA JUGA:Rembugan Buku Ludruk UNESA, Lestarikan Budaya Jawa lewat Karya Sindhunata

Game ini sengaja dirancang supaya tidak ada yang kalah. Karena aku sendiri kalau main game selalu kalah. Aku enggak suka. Jadi game ini dibuat agar anak-anak have fun,” tukas Fatin.

Produk permainan itu dibuat selaras dengan tema tentang keluarga. Pun, berfungsi untuk mengedukasi anak-anak tentang binatang.

Berdasarkan pendapat Fairuz Nasywa Fadhilah, salah seorang pengunjung Folkation 4.0, game itu sangat bagus untuk edukasi dan melatih daya ingat. “Cara mainnya juga simpel dan cocok untuk anak-anak,” ucap Fairuz. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: