Gereja-Gereja Simbol Toleransi di Surabaya (3): Saudara Enam Ratus Meter

Gereja-Gereja Simbol Toleransi di Surabaya (3): Saudara Enam Ratus Meter

Gereja Katolik Sakramen Maha Kudus dibangun berhadapan dengan Masjid Al-Akbar di sisi selatan Surabaya-Komsos Paroki Sakramen Maha Kudus-

Satu gereja tak boleh dilupakan jika membahas toleransi di Surabaya. gereja itu adalah gereja Katolik Sakramen Maha Kudus. Lokasinya berdekatan dengan Masjid Agung Al-Akbar. Jaraknya hanya 600 meter. Kalau jalan kaki, kurang lebih lima menit saja. Dua tempat ibadah itu menjadi bukti persaudaraan antar umat beragama di Surabaya. 

DUA rumah Allah dibuat saling berhadapan di sisi selatan Surabaya. Bukan untuk saling menantang, tapi menunjukkan perdamaian itu indah. Terlebih untuk antar umat beragama. Contoh sederhananya, saling meminjam halaman untuk parkir.

Saat Hari Raya Katolik, Masjid Al-Akbar dengan sukarela meminjamkan areanya untuk dijadikan lahan parkir. Begitupun sebaliknya.

Di sana, toleransi lahir dari silaturahmi saat Lebaran, dan diskusi anak muda lintas iman di satu meja. Jika dikaitkan dengan natal, itulah makna bahagia natal yang sesungguhnya. Untuk semua orang.

Harian Disway mengunjungi langsung gereja dan berdiskusi dengan Romo Kepala Paroki, RD Yohanes Agus Sulistyo, Selasa, 23 Desember 2025. Sapaannya Romo Agus. Terik matahari menemani diskusi itu.

Sedikit tentang Romo Agus. Ia bertugas sebagai Pastor Kepala Paroki, sejak Februari 2025 hingga selesai masa penggembalaannya.

Ia memiliki riwayat aktivitas dengan berbagai organisasi ataupun lembaga lintas iman. Pada 2022 ia bertugas sebagai Moderator Bidang Kerasulan Umum di Kevikepan Surabaya Barat sebagai Moderator Bidang Kerasulan Umum masa bakti 2022-2025.

BACA JUGA:Gereja-Gereja Simbol Toleransi di Surabaya (1): Enam Rumah Ibadah, Satu Napas

BACA JUGA:Menag Nasaruddin Hadiri Natal 2025 di Manado, Tegaskan Pesan Solidaritas dan Toleransi Beragama

Selain itu, ia juga bergerak dalam Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) Agama Kepercayaan Kemasyarakatan sebagai Ketua Komisi Pengembangan Hubungan Umat Beragama dan Bermasyarakat (PHUBB) masa bakti 2023-2026.

Juga tergabung di Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surabaya 2024-2029, mengemban amanah sebagai bendahara. 


RD. Yohanes Agus Sulistyo menjadi Romo Kepala Paroki Sakramen Maha Kudus Surabaya pada Februari 2025-Tirtha Nirwana Sidik-Harian Disway 

Sepak terjangnya di organisasi lintas iman membuatnya menjadi pribadi yang memahami konsep toleransi beragama. Baginya, untuk membangun toleransi, manusia harus selesai dengan dirinya sendiri lalu menjalin hubungan yang baik pada sesamanya.

“Konsepnya sama dengan hablum minallah dan hablum minannas (hubungan manusia dengan Allah dan hubungan manusia dengan sesama),” katanya. 

Romo Agus juga menjelaskan bahwa toleransi beragama itu berkaitan dengan sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Tepatnya, melalui hubungan Tuhan dan manusia akhirnya bisa mewujudkannya ke sesama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: