Galaxy Z Tri-Fold, Ponsel Lipat Tiga Samsung Gagal Uji Ketahanan

Galaxy Z Tri-Fold, Ponsel Lipat Tiga Samsung Gagal Uji Ketahanan

Samsung Galaxy Z TriFold yang dirilis Desember 2025 mengusung fitur-fitur kelas flagship. Tapi gagal uji ketahanan.-@gen3sistech-Instagram

Galaxy Z Tri-Fold sendiri baru saja diluncurkan Samsung ke pasar global. Ponsel itu merupakan perangkat lipat termahal yang pernah diproduksi perusahaan asal Korea Selatan tersebut.

Produk itu dipasarkan di sejumlah wilayah utama. Termasuk Tiongkok, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, dan beberapa negara Eropa.

Dengan harga premium dan status sebagai inovasi terbaru, ekspektasi publik terhadap daya tahan perangkat itu terbilang sangat tinggi.

BACA JUGA:Samsung Galaxy Z TriFold Dirilis Global pada Desember 2025, Harganya Dikabarkan Lebih Murah dari Perkiraan

BACA JUGA:Update Harga HP Samsung Seri A November 2025

Namun, hasil pengujian JerryRigEverything justru memunculkan tanda tanya besar. Dalam penjelasannya, Zack Nelson mengungkap bahwa struktur internal di balik layar tampak menggunakan material plastik yang sangat tipis.

Sub-struktur tersebut dinilai terlalu rapuh untuk menopang desain lipat tiga yang memiliki lebih banyak titik tekanan dibanding ponsel lipat konvensional.

“Kelemahan strukturalnya sangat jelas terlihat ketika tekanan diberikan berlawanan dengan arah engsel,” ujar Nelson dalam videonya.

Ia menambahkan bahwa komponen internal seolah “langsung menyerah” begitu tekanan ringan diterapkan. Hingga menyebabkan kerusakan total pada layar dan rangka.

BACA JUGA:Bedah Samsung Galaxy Watch 6, Smartwatch Elegan untuk Gaya Hidup Modern

BACA JUGA:Spesifikasi dan Fitur Samsung Galaxy S24 FE, Sensasi Flagship Harga Terjangkau

Tak hanya itu, Galaxy Z Tri-Fold juga mengalami masalah dalam uji panas atau fire test. Dalam pengujian itu, layar OLED perangkat dipaparkan pada nyala api secara langsung.

Hasilnya, hanya dalam waktu sekitar 17 detik, piksel layar mengalami kerusakan permanen. Warna layar berubah menjadi keemasan dan kehitaman. 

Kecenderungan itu tidak dapat pulih kembali, menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap panas ekstrem.

Kegagalan itu menjadi semakin kontras jika dibandingkan dengan perangkat lipat Samsung lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: