Warga Terdampak Banjir Dapat Dana Tunggu Hunian, Tak Perlu Antre di Bank
Seorang Warga Sibolga bertanya pada petugas BNPB dalam sosialisasi tentang skema pembangunan huntap dan huntara untuk warga terdampak bencana-BNPB-
HARIAN DISWAY - Pemerintah mempercepat penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban bencana alam di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. DTH diberikan pada warga yang telah kehilangan rumah tinggal dalam bencana banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.
DTH akan menjadi penyokong hidup sambil menunggu perbaikan rumah, ataupun pembangunan hunian sementara (huntara) atau hunian tetap (huntap)
Bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan menerapkan skema jemput bola agar bantuan diterima masyarakat tanpa hambatan administratif.
Langkah ini bertujuan agar warga terdampak tidak terbebani proses birokrasi dan segera menerima haknya. Selain itu, skema ini memastikan penyaluran DTH menjangkau seluruh warga yang berhak guna mempercepat pemulihan kehidupan di wilayah terdampak.
“Bank-bank Himbara selaku penyalur dana akan menjemput bola. Jadi, bukan masyarakat yang datang ke bank, melainkan bank yang mendatangi tiap dusun, kecamatan, desa, hingga titik pengungsian terpusat,” Kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari.
BACA JUGA:Pembangunan Huntap-Huntara di Kabupaten Tapanuli Utara Dimulai

BNPB mempercepat pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dengan menambah tukang bangunan sebanyak 2 kali lipat-Dok. BNPB-
Ia menjelaskan bahwa pemerintah tengah merekapitulasi dan menyesuaikan proporsi antara Hunian Sementara (Huntara), Hunian Tetap (Huntap), dan DTH berdasarkan tingkat kerusakan rumah serta pilihan warga.
“Kita akan lihat berapa banyak yang membutuhkan Huntara dan berapa yang dialokasikan ke DTH,” jelasnya.
Menurutnya, tidak semua warga yang rumahnya rusak parah atau hanyut bersedia pindah ke hunian sementara. Sebagian warga lebih memilih menerima DTH untuk menumpang atau mengontrak di sekitar lokasi lama mereka.
BACA JUGA:Sinergi TNI-Polri dan BNPB Kebut 584 Huntara di Agam, Targetkan Sekolah Steril Awal Januari
Di Aceh, permintaan Huntara terbanyak tercatat di Aceh Tamiang, disusul Aceh Utara dan Aceh Timur. Pembangunan fisik Huntara sudah berjalan di Pidie dan Pidie Jaya. Sementara itu, di Aceh Tamiang, sebanyak 500 unit telah dibangun di lahan PTPN dan prosesnya terus berjalan.

Penampakan hunian sementara (huntara) yang disiapkan untuk warga terdampak banjir Kabupaten Tapanuli Utara-BNPB-
Di Sumatera Utara, beberapa daerah memilih langsung membangun Huntap karena jumlah rumah rusak relatif sedikit dan warga masih bisa tinggal bersama kerabat. Kota Sibolga telah memulai pembangunan Huntap. Sedangkan Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Langkat, dan Humbang Hasundutan masih dalam tahap administrasi dan persiapan lahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: