Kepala BNPB Janji Warga Aceh Utara Terdampak Banjir Sudah Masuk Huntara Sebelum Ramadhan
Proses pembangunan hunian sementara (huntara) di di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.-BNPB-
HARIAN DISWAY - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto berjanji warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara tidak lagi menempati tenda pengungsian pada bulan Ramadan beberapa minggu mendatang.
Hal tersebut ia sampaikan saat mengecek langsung perkembangan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara pada Kamis, 22 Januari 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Suharyanto didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Dirjen Bina Adwil Safrizal ZA, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad, dan juga Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil.
Suharyanto berjanji pembangunan Huntara akan selesai sebelum Ramadan. Semua warga terdampak banjir sudah meninggalkan tenda pengungsian tepat sebelum memasuki bulan suci Ramadan, paling lambat pada tanggal 18 Februari 2026.
"Para pengungsi nantinya akan dipindahkan ke Huntara, sementara sebagian pengungsian lainnya akan menetap sementara di rumah saudara ataupun keluarga," kata Suharyanto.
BACA JUGA: Kepala BNPB: Progres Pembangunan Huntara di Aceh Utara Capai 30%
BACA JUGA: Mendagri dorong percepatan pembangunan huntara di Langkahan
Ia menjelaskan, bagi keluarga yang menetap sementara di rumah saudara atupun keluarga, BNPB akan menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp. 600.000 per kepala keluarga untuk setiap bulannya selama 6 bulan. 
Sebanyak 4.000 Unit Huntara akan didirikan untuk korban banjir di Kabupaten Aceh Utara--
Pada saat mengecek lokasi pengungsian korban banjir di Desa Bukit Lintang, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Suharyanto menjelaskan bahwa huntara yang dibangun di Aceh Utara sebanyak 4.000 unit. "Jumlah ini diasumsikan sebagai tahap pertama pembangunan hunian tetap. Memang jumlahnya sangat besar dan saat ini progresnya baru sekitar 30 persen," katanya.
Ia berharap dan meyakini pembangunan hunian tetap ini akan selesai dalam jangka waktu enam bulan. "Tantangannya memang jumlahnya sangat besar, sehingga harus dikerjakan dalam waktu yang cepat," terangnya.
Pengerjaan hunian bagi korban banjir ini melibatkan BNPB, Danantara, Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, TNI, Polri serta sejumlah lembaga lainnya.
BACA JUGA: Gerak Cepat! Bupati Aceh Utara dan Mendagri Tinjau Langsung Kemajuan Huntara di Langkahan
BACA JUGA: Mendagri Apresiasi Pembangunan 4.000 Huntara bagi Warga Aceh Utara
"Kemungkinan pada 18 Februari sudah tidak ada lagi pengungsi di tenda," tegas BNPB. Ia optimis sebelum Ramadhan seluruh pengungsi sudah tidak lagi tinggal di tenda pengungsian. 
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Mendagri Tito Karnavian menyusuri aliran Sungai Jambo Aye di Desa Seulemak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara--
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: siaran pers bnpb