Fenomena Kumpul Kebo Marak di Indonesia, Ini Wilayah Terbanyak
Fenomena kumpul kebo atau kohabitasi makin marak di Indonesia.-Ilustrasi-Pixabay
HARIAN DISWAY - Istilah kumpul kebo kian sering muncul dalam perbincangan publik di Indonesia.
Istilah itu digunakan untuk menggambarkan pasangan yang tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan, atau dalam istilah ilmiah dikenal sebagai kohabitasi.
Fenomena ini dinilai muncul seiring pergeseran pandangan masyarakat terhadap relasi dan pernikahan.
BACA JUGA:Pernikahan yang Tidak Sah Menurut Hukum Islam dan Negara, Apa Saja?
BACA JUGA:8 Langkah Memilih Wedding Organizer agar Pernikahan Impian Anda Berjalan Sempurna
Dalam artikel The Conversation, disebutkan bahwa sebagian masyarakat memandang pernikahan sebagai institusi normatif yang sarat aturan dan beban, baik secara sosial maupun ekonomi.
Sebagai alternatif, kumpul kebo dianggap sebagai hubungan yang lebih sederhana dan dianggap mewakili cinta yang lebih murni.
Namun, di kawasan Asia yang menjunjung tinggi nilai budaya, tradisi, dan agama, kohabitasi masih dipandang tabu.
Jika pun terjadi, praktik ini umumnya bersifat sementara dan dianggap sebagai tahapan awal menuju pernikahan.
Data Kumpul Kebo di Indonesia
Studi berjudul The Untold Story of Cohabitation yang dilakukan pada 2021 mengungkapkan bahwa praktik kumpul kebo di Indonesia lebih banyak ditemukan di wilayah Timur, khususnya daerah dengan mayoritas penduduk nonMuslim.
Peneliti ahli muda dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Yulinda Nurul Aini meneliti fenomena kohabitasi di Kota Manado, Sulawesi Utara.
Ia mengungkapkan bahwa terdapat beberapa faktor utama yang mendorong pasangan memilih hidup bersama tanpa menikah.
BACA JUGA:Tradisi Lempar Bunga di Pernikahan, Dari Inggris Abad ke-18 hingga Jadi Tren di Indonesia
BACA JUGA:Bridal Shower, Tradisi Penuh Makna Menyambut Pernikahan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: