Marak Teror ke Influencer, Pigai: Bisa Jadi Playing Victim Demi Popularitas
Natalius Pigai menilai maraknya teror terhadap influencer perlu diusut aparat.-Disway/Hasyim Ashari-
HARIAN DISWAY - Fenomena teror yang dialami sejumlah influencer usai melontarkan kritik keras terhadap kebijakan pemerintah terkait penanganan banjir dan longsor di Sumatra mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menilai isu tersebut perlu disikapi secara proporsional melalui jalur hukum, sekaligus mengingatkan adanya potensi manipulasi narasi di ruang digital.
Pigai meminta aparat penegak hukum bergerak cepat mengusut dugaan intimidasi yang diklaim para influencer.
BACA JUGA:Daftar Influencer Kena Teror Bangkai Ayam hingga Bom Molotov usai Soroti Bencana Sumatra
BACA JUGA:Penipuan Terorganisir Menggunakan Deepfake AI Meningkatkan Selama Tahun 2025
Menurutnya, setiap bentuk teror tidak boleh dibiarkan dan harus diselesaikan secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi liar di masyarakat.
Namun demikian, Pigai juga memberikan catatan kritis terhadap fenomena tersebut.
Ia menilai ada indikasi bahwa narasi teror bisa saja dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu, terutama demi meraih simpati publik di media sosial.
"Tidak tertutup kemungkinan ada pihak yang memanfaatkan narasi tersebut sebagai playing victim untuk menaikkan jumlah pelanggan (subscriber) dan pengikut (follower)," ujar Pigai dalam pernyataan resminya, Minggu, 4 Januari 2026.
BACA JUGA:Kabar Pemecatan Vokalis Band Sukatani, Menteri HAM Natalius Pigai Terjunkan Tim Investigasi
BACA JUGA:Natalius Pigai Dicecar DPR soal Kinerja, Begini Tanggapannya
Dalam konteks demokrasi, Pigai menegaskan bahwa kebebasan berpendapat dijamin sepenuhnya oleh negara.
Namun, ia menyayangkan apabila ruang kebebasan itu justru disalahgunakan untuk membangun sensasi atau memicu konflik personal demi kepentingan popularitas.
Ia juga menyoroti pola kritik yang disampaikan sebagian influencer yang dinilai mulai keluar dari substansi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: