Sandfall Interactive Ungkap Proyek Game Terbaru Setelah Clair Obscur: Expedition 33, Tak Terpengaruh Tekanan Fans
Sandfall Interactive kini sudah memasuki tahap pengembangan game baru setelah sukses dengan Clair Obscur: Expedition 33. --Gamerant
HARIAN DISWAY – Kesuksesan besar Clair Obscur: Expedition 33 tidak membuat Sandfall Interactive silau oleh ekspektasi penggemar.
Studio asal Prancis tersebut justru menegaskan tidak akan mengejar selera pasar atau tekanan fanbase dalam pengembangan game berikutnya.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh jajaran petinggi Sandfall Interactive dalam wawancara terbaru, seiring konfirmasi bahwa proyek baru mereka sudah memasuki tahap pengembangan awal.
Dirilis pada April 2025, Clair Obscur: Expedition 33 menjelma menjadi salah satu game paling berpengaruh tahun lalu. Game RPG turn-based bergaya artistik ini sukses terjual lebih dari lima juta kopi dalam enam bulan pertama.
Dan game itu berhasil mendapat berbagai penghargaan industri game internasional. Capaian tersebut otomatis menempatkan Sandfall Interactive dalam sorotan, dengan ekspektasi tinggi terhadap karya selanjutnya.
BACA JUGA:Kalahkan Clair Obscur, Hollow Knight Silksong Raih Game of the Year di The Steam Awards 2025
BACA JUGA:Sandfall Interactive Pilih Tetap Kecil Meski Clair Obscur: Expedition 33 Meledak

Clair Obscur: Expedition 33 punya beragam keunggulan yang membuatnya jadi sefenomenal itu. --rpgfan
Dalam wawancara dengan majalah Edge, co-founder sekaligus chief operating officer Sandfall Interactive, François Meurisse, mengakui adanya tekanan pasca-kesuksesan besar tersebut.
Namun, ia menilai tekanan itu tidak terlalu penting dibanding menjaga arah kreatif studio.
Menurut Meurisse, Sandfall berkomitmen untuk tetap bekerja dengan pendekatan yang sama seperti saat mengembangkan Clair Obscur: Expedition 33, yakni memberi ruang bagi ide-ide yang benar-benar mereka yakini dan sukai.
Pandangan serupa disampaikan penulis utama Clair Obscur: Expedition 33, Jennifer Svedberg-Yen. Dia menegaskan bahwa Sandfall akan terus menjadikan selera personal tim sebagai kompas utama dalam berkarya.
Svedberg-Yen bahkan menyebut prinsip tersebut sebagai “North Star” studio. Dia menyadari godaan untuk menyenangkan semua pihak akan semakin besar seiring bertambahnya jumlah penggemar, tetapi menilai kompromi kreatif justru berisiko menghilangkan identitas karya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: