Cheng Yu Pilihan Pendiri Rujak Cingur Legendaris Maospati Mak Soerip: Guo You Bu Ji
MAK SOERIP, pendiri rujak cingur legendaris Maospati, menyelaraskan diri dengan prinsip guo you bu ji. Yang berlebihan, atau yang kekurangan, sama-sama tidak baiknya.--Dokumentasi Pribadi
HARIAN DISWAY - Kepada anak-anaknyi, Mak Soerip sering berpesan, “Ojo neko-neko.” Yenny, putri Mak Soerip, menceritakan itu beberapa waktu lalu.
Mak Soerip yang lahir pada 1927 adalah pendiri rujak cingur yang sangat legendaris di Jalan Raya Maospati, dekat Lapangan Udara Iswahyudi, Magetan.
Setelah sang suami, Prihadi Limanto, sakit stroke dan lumpuh, Mak Soerip harus berjuang sendiri menghidupi tujuh anaknyi dan mencari biaya untuk berobat suaminyi. Mulanya, dia berjualan sembako. Pernah juga berjualan nasi pecel. Baru pada 1978, Mak Soerip membuka warung rujak cingur di bangunan yang dia sewa di Maospati.
rujak cingur Mak Soerip begitu laris. Namun, karena pemilik lahan tidak lagi menyewakan lahannya, kedai rujak cingur itu pindah ke Madiun sejak April 2025 lalu.
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Miss Junior Indonesia 2025 Revanya Annara: Shi Wu San Bu Cheng
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Mister Junior Indonesia 2025 Ferari Wijaya Irawan: Gong Dao Zi Ran Cheng
Kini, usaha rujak cingur Mak Soerip diteruskan oleh cucunyi, putri Yenny. Wejangan “ojo neko-neko” yang diceritakan Yenny tadi dipigura dan dipajang di depot rujak cingur yang sekarang berada di Jalan Candi Sewu Utara, Madiun.
Kendati terlihat sederhana, “ojo neko-neko” yang secara harfiah berarti “jangan macam-macam” atau “jangan berlebihan”, sebenarnya dalam sekali maknanya. Ia mengajarkan kita untuk hidup bijaksana, tahu batasan, dan berpikir panjang agar bisa memahami apa konsekuensi dari setiap tindakan yang kita ambil.
Ribuan tahun silam, Konfusius juga mengingatkan kita untuk hidup apa adanya. Sebab, kata filsuf besar itu, “过犹不及” (guò yóu bù jí): yang berlebihan, atau yang kekurangan, sama-sama tidak baiknya.
Dalam artian, segala tingkah laku kita dalam bermasyarakat mestilah berada pada takaran yang pas. Seperti rujak cingur Mak Soerip, rasanya enak karena bumbunya tidak neko-neko: tidak kelebihan ini, juga tidak kekurangan itu.
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun: He Zhong Gong Ji
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Auditor Kepolisian Madya TK II Itwasum Polri Kombes Pol Dr. Manang Soebeti, Sik., M.Si.: Wu Yu Ze Gang
Berkat prinsip hidup tidak neko-neko itulah, Mak Soerip bisa membesarkan tujuh anaknyi yang sekarang tersebar di berbagai kota. Salah satunya, Hengki Setiawan yang tinggal di Australia sebagai konsultan properti dan fotografer. Istri Hengki, Josephine M.J. Ratna, adalah psikolog dan pernah menjadi manajer Australian Education Centre. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: