J.R. Radjimin, Jejak Sunyi Sang Visioner Industri Perhotelan Surabaya
Mendiang J.R. Radjimin dan putranya Erastus Radjimin. Perintis industri perhotelan di Surabaya itu berpulang pada 6 Januari 2026 dalam usia 75 tahun.--HARIAN DISWAY
Proyek itu dirancang sebagai hotel berstandar internasional. Baik dari sisi arsitektur, fasilitas, maupun layanan.
BACA JUGA:Giorgio Armani Meninggal Dunia, Kiprah Sang Maestro Ubah Gaya Global
BACA JUGA:Oei Hiem Hwie, Penyelamat Bumi Manusia Berpulang di Usia 87 Tahun
Pada 5 Desember 1996, hotel resmi dibuka dengan nama Westin Surabaya. Peresmian tersebut menjadi peristiwa penting bagi industri pariwisata Jawa Timur. Bahkan dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi saat itu, Joop Ave.
Namun, dinamika bisnis global mendorong perubahan strategi. Pada 10 Juni 2002, PT Ramasari Surya Persada di bawah kepemimpinan Radjimin memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Starwood Hotels & Resorts Worldwide, induk Westin saat itu. Sebagai langkah lanjutan, perusahaan menandatangani kontrak baru dengan Marriott International.

Para kolega pada 2016 saat merayakan ulang tahun pernikahan J.R. Radjimin (empat dari kanan) dan istrinya Anita Radjimin.-@howard_tang1946-Instagram
Keputusan tersebut menjadi tonggak penting berikutnya. Hotel kemudian berganti nama menjadi JW Marriott Hotel Surabaya. Menjadikannya sebagai hotel JW Marriott kedua di Indonesia setelah JW Marriott Hotel Jakarta.
Transformasi itu juga menandai reposisi hotel dalam jaringan global Marriott yang dikenal kuat di segmen premium dan bisnis. Seiring waktu, lanskap industri perhotelan kembali mengalami perubahan.
BACA JUGA:Mengenang Acil Bimbo, Musik, Spirit Kehidupan, dan Warisan Abadi
BACA JUGA:Ozzy Osbourne dan Kehidupan Liar yang Kacau
Pada 2016, Marriott International secara global mengakuisisi Starwood, membuat merek Westin kembali berada dalam satu payung korporasi.
Empat tahun kemudian, Westin akhirnya kembali hadir di Surabaya. Yakni melalui pembukaan The Westin Surabaya di kawasan Pakuwon Mall pada 2020.
Meski demikian, peran J.R. Radjimin sebagai inisiator tetap tak tergantikan. Ia dikenal dengan keberaniannya membaca peluang, menggandeng merek internasional, dan berinvestasi besar di awal 1990-an.
Ia pun tercatat sebagai tokoh yang telah meletakkan fondasi penting bagi perkembangan hotel bintang lima di Surabaya.
BACA JUGA:Titiek Puspa, Personel Lensois Terakhir itu Telah Berpulang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: harian disway