Pep Guardiola: Ruben Amorim Manajer Hebat, Tapi Liga Inggris Terlalu Kejam!
Pep Guardiola sebut Ruben Amorim hebat, namun pemecatannya setelah 14 bulan di MU bukti minimnya waktu bagi pelatih di Liga Inggris--Getty Images
HARIAN DISWAY - Pep Guardiola menilai Ruben Amorim sebagai seorang manajer papan atas, namun ia juga mengakui bahwa para pelatih di Liga Inggris kini semakin kehilangan waktu untuk membuktikan kemampuan mereka.
Pernyataan itu muncul setelah Amorim resmi dipecat Manchester United pada Senin, hanya 14 bulan setelah ditunjuk sebagai pelatih kepala.
Pemecatan Amorim terjadi tidak lama setelah Chelsea secara mengejutkan juga mengakhiri kerja sama dengan Enzo Maresca.
Situasi ini memperkuat anggapan bahwa klub-klub besar Inggris kini semakin tidak sabar terhadap proyek jangka panjang.
Keputusan United disebut-sebut diambil usai Amorim mengkritik hierarki klub secara terbuka setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United di Elland Road.
BACA JUGA:Ruben Amorim Sudah Pergi, Lee Sharpe Dorong MU Pilih Manajer Senior
BACA JUGA:Man United Nyaris Kehilangan Tiga Pemain Jika Ruben Amorim Bertahan

Keputusan Manchester United untuk mengakhiri kerja sama dengan Ruben Amorim ternyata membawa konsekuensi finansial yang besar bagi klub berjuluk Setan Merah tersebut-Tangkapan Layar Instagram-
Manchester United kemudian menunjuk mantan gelandang mereka, Darren Fletcher, sebagai pelatih interim. Dengan itu, berakhirlah masa jabatan Amorim yang penuh gejolak.
Secara statistik, Amorim mencatatkan rekor terburuk di antara manajer United di era Premier League, termasuk rasio kemenangan terendah (32%), kebobolan per laga tertinggi (1,53), serta rasio clean sheet terendah (15%).
Guardiola menyebut bahwa apa yang terjadi pada Amorim dan Maresca adalah bukti nyata bahwa para manajer kini semakin jarang diberi waktu. “Itu fakta. Waktu semakin sedikit,” ujar Guardiola.
Meski begitu, ia menolak mengkritik keputusan Chelsea dan United secara terbuka.
“Yang bisa saya katakan hanyalah Ruben adalah manajer top. Keputusan sudah dibuat, dan saya mendoakan yang terbaik untuk masa depannya,” tegasnya.
Tekanan Tanpa Ampun di Liga Inggris
Guardiola, yang menjadi manajer terlama di Liga Inggris sejak menangani Manchester City pada 2016, memahami tekanan luar biasa yang dihadapi para pelatih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: fotmob