Cheng Yu Pilihan Direktur Waron Hospital Nikolas Dwi Susanto: Jiang Xin Bi Xin
NIKOLAS DWI SUSANTO, direktur Waron Hospital, berprinsip jiang xin bi xin. Memosisikan hati orang lain sebagai hati sendiri.--Dokumentasi Pribadi
HARIAN DISWAY - Menurut dr. Nikolas Dwi Susanto, M.Kes, direktur Waron Hospital, “Alat diagnostik tercanggih yang dimiliki dunia kesehatan bukan stetoskop atau MRI, melainkan telinga yang sabar mendengar dan hati yang tulus ingin memahami.”
Memang, kendati stetoskop semakin presisi dan MRI mampu menembus lapisan terdalam tubuh, tapi penyakit tidak selalu berbicara melalui angka laboratorium atau citra radiologis. Seorang pasien mungkin datang dengan nyeri, tapi di balik nyeri itu bisa jadi tersembunyi kelelahan hidup atau rasa takut akan masa depan.
Tanpa kesediaan untuk mendengar dan memahami sebagaimana yang diutarakan dr. Nikolas tadi, akar penyebab (root cause) penyakit pasien yang datang ke dokter kemungkinan akan luput dari diagnosis. Sebab, bahkan di era big data dan algoritma seperti sekarang, cerita pasien tetap menjadi “rujukan primer” yang tak tergantikan.
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan CEO PT Halim Jaya Liquorindo Mauric VL: Di Xing Mo Ming
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Pendiri Rujak Cingur Legendaris Maospati Mak Soerip: Guo You Bu Ji
Makanya, dengan benar-benar mendengarkan keluhan pasien, pasien akan merasa diakui sebagai manusia; bukan sekadar sebuah “kasus”, apalagi objek cuan. Dari situ kemudian tumbuh kepercayaan, dan kepercayaan acap menjadi pintu awal kesembuhan.
Hati yang tulus ingin memahami melengkapi telinga yang sabar mendengar. Memahami berarti berusaha melihat dunia dari sudut pandang pasien: latar sosialnya, beban emosionalnya, keyakinannya, dan/atau ketakutannya.
Intinya, dalam hal apa pun, tak hanya di bidang kesehatan, kita mesti “将心比心” (jiāng xīn bǐ xīn): memosisikan hati orang lain sebagai hati sendiri. Ini agar kita bisa bertenggang rasa dan bisa memanusiakan manusia. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: