Muhammadiyah Nilai Kasus Kredit Sritex Lemah dari Perspektif Kebijakan Publik

Muhammadiyah Nilai Kasus Kredit Sritex Lemah dari Perspektif Kebijakan Publik

Buruh mengendarai sepeda keluar dari pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah.-ANTARA-

Sementara itu, dalam nota keberatan di persidangan, Babay Farid Wazdi menegaskan bahwa seluruh proses kredit dilakukan secara kolektif, berlapis, dan sesuai standar operasional prosedur tanpa intervensi maupun konflik kepentingan. Ia juga menekankan bahwa bank justru menjadi pihak yang dirugikan apabila terjadi penyalahgunaan oleh debitur.

BACA JUGA:Kasus Sritex, Kejagung Periksa Eks Analis Risiko LPEI

Wahidin Hasan menilai perkara Sritex kini menjadi ujian penting bagi keadilan substantif dalam penegakan hukum ekonomi. Putusan pengadilan ke depan dinilai akan menjadi preseden penting bagi perlindungan keputusan profesional yang diambil dalam situasi luar biasa. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: