Eri Cahyadi Minta Warga Laporkan Aksi Premanisme ke Nomor 110 atau 112
Seluruh tamu undangan foto bersama dalam acara Silaturahmi Satgas Penanganan Premanisme bersama Para Pengusaha di Gedung Balai Kota Surabaya (2) 09-01-2026-Najwa Rana Iswari-Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY, - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau agar warga segera melapor jika menemukan tindakan premanisme.
Pemkot telah menyediakan nomor hotline 110 untuk pelaporan kepada Polrestabes Surabaya dan nomor 112 kepada Pemkot Surabaya. Himbauan ini disampaikan Eri Cahyadi dalam acara Silaturrahmi Satgas Penanganan Premanisme Bersama Para pengusaha pada Jumat, 9 Januari 2026.
Eri mendorong agar warga Surabaya untuk segera melaporkan berbagai tindakan premanisme yang merugikan warga. Ini merupakan komitmen pemerintah untuk memberantas permasalahan tersebut dengan melibatkan warga Surabaya.
“Kalau jenengan diam saja, kami dari pemerintah juga tidak bisa bantu. Tapi kalau jenengan berani menyampaikan itu, maka kami akan hadir di sana.,” tegas Eri
Melalui mekanisme pelaporan ini, pemerintah akhirnya dapat bertindak cepat dengan mengerahkan unit keamanan terdekat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Eri berjanji bahwa dalam waktu 2x24 jam para pembuat onar dan premanisme akan ditangkap.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Saat ditanyai oleh awak media pada acara Silaturahmi Satgas Penanganan Premanisme Bersama Para Pengusaha (09/01/2026). -Najwa Rana Iswari-Harian Disway
“Ada 112, ada 110, laporkan! Jangan pernah takut. Kami (pemerintah dan TNI/POLRI,Red) ada di belakang jenengan semuanya,” pungkas Eri pengusahaan dan ahli hukum yang hadir di acara tersebut.
BACA JUGA:Eri Cahyadi Tabuh Genderang Perang Anti Premanisme
BACA JUGA:Darurat Premanisme, Pemkot Bentuk Satgas Penindakan Premanisme dan Mafia Tanah
Berbagai kasus kekerasan terutama menyangkut aksi premanisme memang sedang layak bermunculan di kota Surabaya akhir-akhir ini. Wali Kota Surabaya memperingatkan bahwa tindakan tersebut tidak akan mendapatkan tempat di negara hukum.

Eri Pimpin Pembentukan Satgas Penindakan Premanisme dan Mafia Tanah -Pemkot Surabaya-
“Negara ini adalah negara hukum. Tidak ada yang namanya premanisme, tidak ada yang namanya 'aku yang paling kuat', kalau ada yang merasa memiliki lahan itu, silahkan lakukan gugatan di pengadilan. Bukan dengan cara memaksakan kehendak dengan menduduki tempat itu,” tegas politikus PDIP tersebut.
Pemerintah juga menjelaskan bahwa pasukan marinir yang berada di Kota Surabaya juga telah dikerahkan untuk mendukung program anti premanisme ini dengan jumlah sekitar 8 ribu personel. “Pada waktu pelaksanaan pembentukan satgas, dari marinir khususnya, dari bapak Pasmar disampaikan kami siap membantu 100 persen untuk keamanan Surabaya,” tegas Eri.(*)
BACA JUGA:Cegah Premanisme, Polda Jatim Gelar Patroli Skala Besar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: