Mobile Legends Melaju sebagai Turnamen Besar di Ruang Publik, Masihkah Gim Aman bagi Anak?
Mobile Legends melaju menjadi turnamen besar di Tunjungan Plaza dan diikuti oleh anak-anak- Ilmi Bening - Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Mobile Legends merupakan gim yang digemari banyak kalangan, termasuk anak-anak. Bagi sebagian orang tua, popularitas Mobile Legends yang belakangan semarak dijadikan turnamen berskala besar itu mencemaskan.
Para orang tua khawatir anak-anak mereka kecanduan gim. Di sisi lain, mereka juga paham bahwa anak-anak butuh hiburan saat penat dengan rutinitas, sama seperti orang dewasa pada umumnya.
Bermain gim, bagi anak-anak, adalah pelampiasan penat dan jenuh. Tak bisa dipungkiri, main gim bareng yang dikenal dengan istilah mabar itu adalah penyemangat hari anak-anak.
“Serunya bermain Mobile Legends adalah bisa dimainkan ramai-ramai,” ucap M. Zidan, pelajar SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo, kepada Harian Disway.
BACA JUGA:Didampingi Guru, Pelajar SD dan SMP Ikuti Turnamen Mobile Legends di Tunjungan Plaza Surabaya
BACA JUGA:Mid‑Season Cup 2025: Arena Baru Para Raksasa Mobile Legends Bang Bang (MLBB)

BELENGGU gim online adalah mimpi buruk para orang tua. Mereka khawatir anak-anak kecanduan dan tak bisa dikendalikan. - Tima Miroshnichenko - Pexels
Fenomena itu direspons sekolah dengan mengadakan ekstrakurikuler Mobile Legends. Sekolah bahkan mendukung turnamen Mobile Legends seperti yang digelar di Tunjungan Plaza Surabaya pada 8-11 Januari 2026.
Kehadiran sekolah dalam scene gim online menjadi hal positif. Sebab, dengan terlibat, sekolah bisa terus mendampingi anak-anak dan memastikan mereka tetap berada di jalur yang semestinya.
“Saya sudah mengobrol dengan orang tuanya terlebih dahulu sebelum memutuskan ikut turnamen ini agar proses belajarnya tidak terganggu,” kata Achmad Bagus Hendy Kurniawan, guru SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo.
Ia menilai, partisipasi siswa secara berkelompok dalam turnamen seperti yang berlangsung di Tunjungan Plaza itu mampu melatih kepemimpinan, kerja sama, dan mengasah otak untuk mengatur strategi. "Tapi ya harus tetap diatur waktunya," tegasnya.
BACA JUGA:Mengungkap Kekuatan Zetian, Mage Baru Mobile Legends yang Mengubah Meta
BACA JUGA:Mobile Legends: Bang-bang Teacher Ambassador Ajak Guru se-Surabaya Memahami Dunia Gaming Esports
Alyssa Putri, psikolog Savy Amira, mengatakan bahwa gim daring seperti Mobile Legends berpotensi menjadi media pendukung dalam mengurangi stres akademik dan burnout siswa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: