Mobile Legends M7 World Championship 2026: Tim EVIL Pilih Hero di Luar Meta, Tundukkan DYFG

Mobile Legends M7 World Championship 2026: Tim EVIL Pilih Hero di Luar Meta, Tundukkan DYFG

Statistik pertandingan DYFG melawan EVIL di pertandingan pertama M7 World Championship 2026. --MPL

HARIAN DISWAY - Tim Mobile Legends dari Tiongkok DianFengYaoGuai (DYFG) harus mengakui keunggulan dari tim EVIL dalam Mobile Legends M7 World Championship 2026 yang digelar di Jakarta.

Kompetisi ini merupakan piala dunia dengan kasta tertinggi di game Mobile Legends Bang-Bang (MLBB). 

DYFG tumbang dalam laga Swiss Stage M7 Match 10 Game 1.

Bermain hampir 20 menit, EVIL menang dengan skor kill jomplamg 20–13 dan mengamankan kemenangan penting lewat eksekusi teamfight yang lebih rapi serta pemilihan hero non-meta yang efektif.

Pertandingan yang berlangsung selama 19 menit 53 detik ini memperlihatkan kontras jelas antara konsep permainan kedua tim.

Sejak early game, DYFG tampil di bawah ekspektasi. Padahal, mereka membawa off-pick yang cukup menjanjikan. Karrie yang dimainkan Loong mencatatkan statistik individu impresif dengan kill-death-assist (KDA) 7/4/1 dan gold 13,6K, tertinggi di timnya.

Sementara itu, Kalea di tangan ZZZED seharusnya memberi kontrol area kuat berkat banyaknya skill crowd control yang dimiliki oleh hero tersebut. Namun, ini puntak maksimal.

Agresivitas DYFG tidak kunjung muncul hingga mid-game. Rotasi berjalan lambat dan tekanan objektif minim, meski Vell di mid lane sudah berupaya menjaga tempo menggunakan Alice.

BACA JUGA:Mobile Legends World Championship M7: Team Zone Dominasi Boostgate dalam Laga Singkat Swiss Stage

BACA JUGA:Piala Dunia Mobile Legends M7: Tim Indonesia Ungguli Turki Dalam Swiss Stage 1


Rekapan hasil M7 World Championship pada 11 Januari 2026. --MPL

Secara statistik, DYFG kalah dalam banyak aspek objektif. Mereka hanya mengamankan tiga turtle berbanding delapan milik EVIL, serta gagal total mendapatkan lord sepanjang pertandingan.

Total gold DYFG memang tidak terpaut jauh, 60,5K berbanding 63,6K, namun distribusi dan momentum permainan jelas berpihak ke EVIL.

EVIL justru tampil solid dengan pendekatan berbeda. Di sesi drafting, Seilah mengejutkan banyak orang dengan memilih Faramis, alih-alih support meta seperti Estes atau Floryn. Pilihan ini terbukti efektif, terutama saat ganking dan teamfight panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: