Membaca Pola Permainan Alter Ego di M7: Amankan Objektif, Ambil Risiko, dan Tetap Tenang Meski Tertinggal

Membaca Pola Permainan Alter Ego di M7: Amankan Objektif, Ambil Risiko, dan Tetap Tenang Meski Tertinggal

Begitu aneh namun berhasil, itulah kalimat yang menggambarkan bagaimana Alter Ego di M7 World Championship. --MPL

HARIAN DISWAY — Tim Esport Alter Ego kembali menjadi pembicaraan hangat di panggung M7 World Championship 2026.

Bukan sekadar karena hasil pertandingan, tetapi karena cara mereka bermain yang terasa liar, sulit diprediksi, sekaligus penuh keberanian.

Di tengah dominasi tim-tim besar Asia Tenggara dan tekanan besar dari komunitas Mobile Legends, Alter Ego justru tampil dengan identitas yang semakin matang: berani keluar dari pakem, tahan banting secara mental, dan tetap rendah hati di tengah sorotan.

Turnamen M7 sejatinya dikenal sebagai panggung meta paling ketat. Hampir semua tim bermain rapi, disiplin, dan cenderung aman. Namun Alter Ego memilih jalur berbeda.

Mereka mematahkan ekspektasi lewat draft nyeleneh, rotasi agresif, serta keberanian mengambil risiko di momen krusial. Pola ini membuat mereka bukan hanya sulit dibaca lawan, tetapi juga menghadirkan warna tersendiri di tengah permainan yang kian homogen.

BACA JUGA:Profil Xepher, Pelatih Alter Ego di M7 World Championship 2026: Jago Strategi Off-Meta dan Bikin Lawan Kebingungan

BACA JUGA:Prediksi Grand Final M7 World Championship 2026: Alter Ego vs Aurora PH

BACA JUGA:Hasil Knockout Stage M7: Aurora PH Patahkan Rekor Alter Ego, SRG ke Upper Final


Meski sempat tertinggal 2 poin, Alter Ego berhasil memulangkan tim raksasa Filipina yaitu Team Liquid. --MPL

Pola permainan Alter Ego terlihat jelas sejak fase grup hingga babak gugur. Salah satu contoh paling mencolok adalah keputusan memainkan Arfy sebagai goldlaner dengan hero Esmeralda.

Pilihan ini secara teori bertentangan dengan meta konvensional, namun justru menjadi senjata mematikan. Esmeralda memberi sustain tinggi, fleksibilitas teamfight, serta kemampuan menahan tekanan lane yang biasanya menjadi titik lemah goldlaner.

Tak berhenti di situ, Arfy juga beberapa kali memainkan Freya dengan gaya agresif yang terkesan kacau, namun efektif. Freya yang biasanya diposisikan sebagai hero situasional justru menjadi poros permainan.

Alter Ego memanfaatkan kekuatan early pressure dan snowball untuk mengacaukan tempo lawan. Draft seperti ini membuat musuh kesulitan membaca win condition Alter Ego sejak fase pick dan ban.

BACA JUGA:Analisis Kemenangan Alter Ego 3–1 atas Team Spirit di M7 23 Januari 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: