Ini Alasan Mengapa Hero Freya Moncer saat Pertandingan AE vs SRG di M7 World Championship 2026
Dalam pertandingan Final Low Bracket Alter Ego Vs SRG, Freya menjadi hero mahal yang sering di ban atau pick. --Wallpaper Cave
HARIAN DISWAY — Pada pertandingan Final Lower Bracket M7 World Championship 2026 antara Alter Ego (AE) dan Selangor Red Giants (SRG), salah satu momen yang paling mencuri perhatian adalah performa hero Freya yang dibawa oleh Arfy di game kedua.
Kini lebih dari sekadar hero biasa, Freya menjadi senjata ofensif yang sangat sulit dihentikan. AE menang besar, sebelum kemudian SRG berhasil mencuri poin pada game ketiga. Bahkan pada pada game keempat Freya pun dilarang (di-banned) oleh SRG biar tidak lagi dipakai Arfy untuk menghajar mereka di lane.
Performa Freya pada game kedua tercatat impresif. AE menghancurkan SRG dengan skor telak, menerapkan tekanan agresif sejak fase awal hingga akhir, dan memberikan keunggulan objektif yang jelas bagi tim Indonesia.
Kendati SRG sempat bangkit di game ketiga untuk merebut satu poin, dominasi Freya yang dipegang Arfy di game kedua membuka celah strategi yang memperlihatkan keunggulan level permainan El Familia. Bahkan ia mendapat slogan dari fans yaitu you can't spell Freya without Arfy.
BACA JUGA:Analisis Kemenangan Alter Ego 3–1 atas Team Spirit di M7 23 Januari 2026
Skill Freya yang Membuatnya Sulit Dihentikan

Freya di Mobile Legends dibekali dengan skill-skill rusuh, itu pula yang membuat Freya di pertandingan M7 AE Vs SRG menjadi begitu mahal. --deviantart
Freya merupakan hero fighter melee dalam Mobile Legends: Bang Bang yang dirancang untuk duel agresif di exp lane atau jungle.
Versi terbaru Freya yang digunakan di kompetisi profesional memiliki rangkaian keterampilan yang saling mendukung untuk serangan berkelanjutan dan mobilitas tinggi, termasuk kemampuan dash yang terasa “tidak habis-habis”.
1. Pasif – Power of Einherjar
Freya menyimpan atau mengumpulkan sacred orbs saat menggunakan skill tertentu. Setiap orb yang tersedia meningkatkan attack speed dan meningkatkan output damage dari serangan dasar. Efek ini memungkinkan Freya untuk terus menghantam lawan dalam serangkaian duel laning atau teamfight.
2. Skill – Leap of Faith (Gap Close)
Skill ini adalah sumber dash utama Freya. Ia melakukan lompatan ke area target, memberikan damage sekaligus menarik lawan ke arahnya. Ini bukan hanya mengejutkan dalam duel satu-lawan-satu, tetapi juga sangat berguna untuk engage atau mengejar lawan yang mundur.
BACA JUGA:Hasil Knockout Stage M7: Aurora PH Patahkan Rekor Alter Ego, SRG ke Upper Final
BACA JUGA:Prediksi Pertandingan Alter Ego vs Aurora Gaming di M7 World Championship 19 Januari 2026
Itu pula kombinasi yang sering digunakan Arfy untuk menciptakan tekanan besar di jalur ekspansi atau saat menculik musuh.
3. Skill – Spirit Combo (Combo Multi-Dash)
Freya memiliki beberapa tahap dash beruntun yang dapat dipicu bila setiap komponen combo mengenai target. Ini berarti setelah satu dash, Freya bisa segera melakukan dash tambahan, menciptakan ilusi mobilitas tak habis-habis yang sulit diantisipasi lawan saat teamfight di mid-late game.
4. Ultimate – Valkyrie Descent
Ultimate Freya memberikannya bonus physical attack, shield besar, dan basic attack area. Ketika dipadukan dengan dash yang terus-menerus dan pasif yang meningkatkan attack speed, ini membuatnya sangat mematikan pada fase akhir pertarungan. Terutama saat AE sudah unggul dan ingin mengunci kemenangan.
Analisis Emblem Fighter yang Membuat Freya Kian Mematikan

Emblem Fighter di Mobile Legends patch terbaru semakin memungkinkan Freya untuk bermain lebih agresif. --mlbb
Tak hanya keterampilan dasarnya, Freya yang digunakan di level kompetitif biasanya dilengkapi dengan Emblem Fighter yang dirancang untuk sustain dan mobilitas. Dua elemen yang sangat penting dalam duel dan teamfight.
Dalam emblem build yang sering dipakai, Festival of Blood (Emblem Talent) memberikan peningkatan spell vamp atau lifesteal.
BACA JUGA:Alter Ego Bungkam Onic 2–0 di Knockout M7 World Championship 2026 Berakhir dengan Kejutan
Ini berarti Freya tidak hanya agresif dalam memberikan damage, tetapi juga memperoleh regenerasi HP sambil bertarung. Kombinasi damage tinggi dan lifesteal memberi Freya kemampuan bertahan lebih lama di teamfight, bahkan saat fokus ditembak lawan.
Beberapa rekomendasi emblem atau talent pada Fighter/Hybrid build mencakup:
-
Swift / Swift Attack Speed — menambah attack speed yang memungkinkan Freya memaksimalkan penggunaan pasif.
-
Festival of Blood — regenerasi HP yang signifikan saat pertarungan panjang, memberi durabilitas tak terduga di frontline.
-
Brave Smite / Spell Vamp Boost — melengkapi sustain Freya di early skirmish sehingga bisa terus menekan lawan sejak fase awal.
Build emblem seperti ini, bila dipadukan dengan kebiasaan dash cepat dan combo damage burst Freya, menunjukkan bagaimana hero ini bisa tetap agresif meskipun berada dalam tekanan lawan atau saat target berusaha menghindar.
BACA JUGA:Analisis Pertandingan Team Falcons vs Aurora Turkiye di Swiss Stage M7 World Championship
Freya dan Keputusan Ban di Game Keempat
Dominasi Freya dalam konteks draft SRG vs AE akhirnya membuat tim lawan mengambil keputusan strategis di game keempat. Ban Freya untuk menghentikan gelombang agresif AE atau sebaliknya.
Ini adalah respons taktis umum dalam Mobile Legends saat satu hero dipandang terlalu dominan dalam seri pertandingan. Ban ini menjadi pengakuan implisit bahwa strategi AE dengan Freya berhasil menekan lawan dan memberikan keuntungan objektif bagi tim Indonesia.
Performa Freya di M7, khususnya saat AE menghadapi SRG, bukan kebetulan belaka. Mobilitas dash beruntun, perolehan attack speed dari pasif, serta build emblem fighter yang mendukung lifesteal dan sustain, membuatnya sulit dihentikan ketika fase duel berkelanjutan dimulai.
Pemain agresif seperti Arfy memanfaatkan kombinasi skill set, emblem, dan itemisasi dengan sangat baik, sehingga Freya mampu menjadi faktor penentu momentum di tengah pertandingan (game momentum). \(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: