Analisis Pertandingan Team Falcons vs Aurora Turkiye di Swiss Stage M7 World Championship
Analisis pertandingan Falcons vs Aurora Gaming di pertandingan M7 15 Januari 2026. --MPL
HARIAN DISWAY - Pertandingan antara Aurora Turkiye dan Team Falcons di Swiss Stage M7 World Championship 2026 menjadi salah satu duel yang penuh dinamika dan strategi tinggi di ajang Mobile Legends: Bang Bang yang digelar di Jakarta, 15 Januari 2026.
Aurora dikenal sebagai tim yang memiliki win rate tinggi dalam kompetisi sebelumnya dan sering mengungguli Falcons dalam head-to-head. Namun, meski statistik awal menunjukkan Aurora merupakan favorit di banyak prediksi sebelum seri.
Realita di lapangan membuktikan bahwa Falcons mampu membalas tekanan lewat eksekusi objektif dan rotasi map yang matang.
Swiss Stage sendiri merupakan format yang memungkinkan setiap tim memainkan banyak best-of-one (BoI) match sejak awal. Dan berbeda dengan game-game sebelumnya, untuk mengamankan Knock out Stage mereka harus mengamankan.
Turnamen ini memikat perhatian jutaan penonton di seluruh dunia, dengan berbagai tim besar dari ASEAN dan negara lain bersaing memperebutkan titel tertinggi MLBB.
GAME 1: Dominasi Cepat Aurora dengan Key Momentum

Statistik game 1 Falcons vs Aurora Turkiye.--MPL
Game pertama berjalan relatif cepat namun intens. Aurora memulai agresif sejak fase awal draft dengan komposisi hero high mobility dan kemampuan teamfight yang solid, seperti Hilda di tangan Pagu, serta Harley dan Claude untuk memberikan tekanan di seluruh sisi peta.
Permainan mereka menitikberatkan kontrol map lewat Dangerous Grass yang membuat rumput lebih lebar dan memberikan visibilitas tak terduga dengan pergerakan agresif.
Fase set up Turtle pertama menjadi momen pembuka yang serius: Falcon Sanji (Lapu-lapu) dan Falcon Boyet (Leomord) mencoba menekan, tetapi Aurora merespons secara efisien dengan rotasi cepat dari Tienzy (Harley) dan Sigibum (Claude).
Dukungan dari Cuffin (Zhuxin), Troll (Grock), dan Saano (Karrie) memperlihatkan komposisi yang solid untuk Falcons, namun agresivitas Aurora terbukti lebih terstruktur.
BACA JUGA:CFU Gaming Tumbangkan Boostgate Esports 2-0 di Swiss Stage M7 World Championship 2026
BACA JUGA:M7 World Championship 2026, Alter Ego dari Indonesia Tekuk Black Sentence Esports
Aurora mampu memaksimalkan keunggulan objektif dan rotasi peta, memaksa Falcons untuk bereaksi defensif. Kombinasi laning agresif dan hypercarry dari hero-hero yang sulit lock membuat mereka unggul signifikan.
Sehingga berhasil menyelesaikan pertandingan dalam waktu 13 menit, sebuah waktu relatif cepat di kancah kompetitif World Championship.
GAME 2: Balas Dendam Falcons

Statistik game 2 Falcons vs Aurora Turkiye.--MPL
Game kedua menghadirkan nuansa berbeda. Tienzy (Guinevere) mengambil peran agresif sejak menit awal, memegang kendali di lane bawah serta memaksa tekanan tinggi terhadap Falcon Troll (Grock).
Set up Turtle pertama terjadi cepat pada menit kedua, yang berhasil diamankan oleh Aurora. Momen ini menjadi titik awal perang objektif yang berlanjut sepanjang game, termasuk trade kill penting saat Tienzy menumbangkan Boyet.
BACA JUGA:Mobile Legends M7 World Championship 2026: Tim EVIL Pilih Hero di Luar Meta, Tundukkan DYFG
Namun, Falcons tidak tinggal diam. Mereka berhasil mencuri Turtle kedua dan memanfaatkan momentum itu untuk menekan dan memaksa pertarungan tim yang agresif.
Spotlight diberikan kepada Falcon Saano (Karrie) yang kerap membalik keadaan, termasuk menumbangkan Aurora Lunar (Terizla), memaksa Aurora mundur dan mengatur ulang strategi.
Pada fase menengah menuju Lord setup, Falcons tak hanya memenangkan battle objektif, tetapi juga menekan turret lawan sambil mencuri keunggulan peta.
Ketika clash pecah di sekitar Lord ketiga, meski Aurora sempat unggul jumlah pemain, Falcons memanfaatkan kekosongan ruang dan item finishing yang matang untuk akhirnya mengunci Game 2 di menit akhir.
BACA JUGA:Piala Dunia Mobile Legends M7: Tim Indonesia Ungguli Turki Dalam Swiss Stage 1
BACA JUGA:Mobile Legends Melaju sebagai Turnamen Besar di Ruang Publik, Masihkah Gim Aman bagi Anak?
Kemenangan ini menunjukkan resilien tim itu dalam membalikkan momentum, serta kemampuan mereka mengeksekusi skenario kompleks dalam skala pertempuran besar.
GAME 3: Clash Mega dan Kestabilan Aurora di Akhir

Statistik game ketiga Falcons vs Aurora Turkiye di M7.--MPL
Game ketiga menjadi penentu segalanya. Keduanya langsung bermain agresif, saling tekan di lane tengah, sementara Troll (Minotaur) dan Cuffin (Yve) beradu dengan Pagu (Grock) dan Rosa (Lunox). Konflik awal memanas di area buff ungu dan Turtle, dengan Falcons mengamankan Turtle pertama lewat rotasi skirmish yang solid.
Aurora menjawab dengan kombo teamfight impresif dari Sigibum (Claude), yang berhasil menghidupkan kembali momentum meskipun mereka kehilangan beberapa turret.
Pertarungan demi pertarungan terus berlangsung, dengan sejumlah kill berganti-ganti dan pertarungan objektif yang ketat. Saat Lord pertama muncul, Aurora tampak unggul secara koordinasi meskipun mereka harus membayar dengan sejumlah kematian pemain.
BACA JUGA:Didampingi Guru, Pelajar SD dan SMP Ikuti Turnamen Mobile Legends di Tunjungan Plaza Surabaya
BACA JUGA:Mid‑Season Cup 2025: Arena Baru Para Raksasa Mobile Legends Bang Bang (MLBB)
Falcons kemudian berhasil mengambil Lord kedua setelah Aurora salah langkah di tahap tengah permainan, menunjukkan bahwa adaptasi draft dan rotasi map mereka semakin matang. Namun, Aurora tidak menyerah. Saat Lord ketiga merebak, fokus pada team fight terpadu menjadi kunci.
Aurora mampu menumbangkan tiga anggota Falcons dan langsung mengambil Lord, lalu memanfaatkan buff tersebut untuk menutup pertandingan di menit 18:41. Kemenangan ini sekaligus memastikan Aurora melaju ke Knockout Stage, bergabung bersama wakil Indonesia seperti Alter Ego dan SRG.
Pertandingan ini menyuguhkan tiga narasi berbeda: dominasi awal Aurora, kekuatan balasan Falcons, dan pertempuran akhir yang penuh momentum shift.
Swiss Stage M7 dirancang untuk menguji konsistensi tim di seri best-of-three. Duel antara Aurora dan Falcons memperlihatkan kecanggihan strategi makro, objektif, serta adaptasi draft. Sebuah elemen yang dibutuhkan tim untuk melaju jauh di turnamen tingkat dunia.
BACA JUGA:Mengungkap Kekuatan Zetian, Mage Baru Mobile Legends yang Mengubah Meta
BACA JUGA:Mobile Legends: Bang-bang Teacher Ambassador Ajak Guru se-Surabaya Memahami Dunia Gaming Esports
Kemenangan Aurora di final Game 3 menjadi penanda bahwa mereka masih merupakan kekuatan kuat di panggung internasional, meskipun klub ini sempat mengalami hasil kurang maksimal di beberapa musim kompetitif sebelumnya.
Sebaliknya, performa Falcons menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar underdog: dengan rotasi objektif yang tepat dan komposisi draft agresif, mereka mampu menekan tim besar dalam situasi kompetitif ketat.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: